CNN Indonesia
Jumat, 04 Apr 2025 16:15 WIB

Solo, CNN Indonesia --
Wali Kota Solo Respati Ardi berjanji mengatasi banjir yang merendam ratusan rumah warga di beberapa kelurahan yang berada di sekitar simpang tujuh Joglo.
Sejumlah warga mengeluhkan banjir di sekitar simpang tujuh Joglo semakin parah sejak pemerintah mengubah persimpangan kereta sebidang jalan itu dengan membangun elevated rail dan underpass.
Akibat proyek tersebut, saluran drainase dari permukiman warga menuju anak sungai Bengawan Solo menyempit karena terpotong underpass.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ardi mengatakan bakal menyiapkan pembuatan kolam retensi dan perbaikan saluran drainase untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut.
"Dari kemarin kita sudah berkoordinasi dengan balai-balai di bawah Kementerian PU (Pekerjaan Umum) untuk segera menyelesaikan penambahan drainase dan kolam retensi," kata Respati.
Respati menyebut penambahan drainase dan kolam retensi tersebut rencananya akan dibangun menggunakan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum.
"Kita akan segera surati Menteri PU untuk penambahan kolam retensi ini," ujarnya.
Lebih lanjut, Respati menjelaskan kolam retensi rencananya akan dibangun di lahan milik TNI AD yang berada tak jauh dari simpang Joglo. Respati menyebut berkas-berkas terkait pemanfaatan lahan TNI AD tersebut sudah diselesaikan .
"Dokumen-dokumen sudah kita selesaikan, tinggal pengerjaannya saja," katanya.
Sebelumnya, sejumlah kampung di Kelurahan Banjarsari dan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah terendam banjir akibat hujan deras selama lebih dari empat jam, Kamis (3/3).
Banjir juga menggenangi underpass Joglo hingga mengakibatkan sejumlah sepeda motor yang melintas mogok.
Ketua RW 01 Kampung Sambirejo, Agus Setyo Utomo mengatakan sebagian wilayahnya memang sudah menjadi langganan banjir. Namun, banjir kali ini merupakan yang terparah.
"Dulu paling cuma sampai lutut orang dewasa. Sekarang sampai dada," katanya.
(fra/syd/fra)