Erupsi Tiga Hari Beruntun, Status Gunung Marapi Sumbar Masih Waspada

15 hours ago 6

CNN Indonesia

Jumat, 04 Apr 2025 15:10 WIB

Gunung Marapi di Sumbar mengalami erupsi beruntun dengan 5 letusan dan 20 hembusan dalam 3 hari. Gunung Marapi kembali erupsi. (CNN Indonesia/John Nedy)

Padang, CNN Indonesia --

Gunung Marapi mengalami erupsi beruntun dalam tiga hari terakhir. Pos Pengamat Gunung (PGA) Marapi mengungkapkan hingga hari, Jumat (4/4) ini sudah terjadi 5 kali erupsi dan 20 kali hembusan. Letusan disertai semburan abu vulkanik yang mencapai ketinggian hingga 1,5 kiometer dari atas puncak.

Meski begitu, status Gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat tersebut masih berstatus waspada level II.

"Tingkat aktivitas Gunung Marapi masih tetap pada Level II atau Waspada," Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid lewat keterangan tertulis. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wafid memastikan potensi terjadinya letusan masih tetap ada yang dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai bentuk dari pelepasan energi, dengan potensi bahaya dari lontaran material letusan diperkirakan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat Kawah Verbeek.

Menurutnya, erupsi atau letusan secara tidak kontinu masih berlanjut sampai saat ini sebagai akibat dari dinamika pasokan fluida atau magma dari kedalaman tubuh gunung.

Wafid menjelaskan, erupsi-erupsi Gunung Marapi terjadi diperkirakan karena buka-tutup ventilasi konduit di bagian dasar Kawah Verbeek.

Ia merinci, Marapi termasuk sering mengalami erupsi. Sejak tahun 1807 erupsi memiliki masa istirahat terpendek kurang dari 1 tahun dan terlama 17 tahun.

"Rata-rata istirahat 3,5 tahun, dan sejak tahun 1987 sampai sekarang erupsi bersifat eksplosif dari Kawah Verbeek. Aktivitas erupsi biasanya disertai suara gemuruh atau dentuman dengan produk erupsi dapat berupa abu, lapili, dan terkadang juga diikuti oleh lontaran material pijar dan bom vulkanik," katanya.

Berdasarkan hal itu, maka masyarakat diminta tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer tersebut.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Marapi bisa tetap mewaspadai ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

"Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan," imbaunya.

(ned/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |