Jakarta, CNN Indonesia --
Aksi pelemparan bom molotov terjadi di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (3/2).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.40 WIB. Personel dari Polres Kubu Raya pun segera mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betul, sekitar pukul 10.40 WIB terjadi kejadian di SMPN 3 Sungai Raya. Saat ini tim Laboratorium Forensik Polda Kalbar dan Tim Inafis Polres Kubu Raya sedang melaksanakan olah tempat kejadian perkara," kata Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni, kepada sejumlah wartawan di Sungai Raya, Selasa.
Ia mengatakan setelah kejadian, aparat kepolisian langsung bergerak cepat mengamankan lokasi. Selain itu, polisi pun telah berhasil menangkap terduga pelaku untuk mencegah gangguan lanjutan.
Andri menyampaikan, terduga pelaku telah diamankan di Pos Sungai Raya dan kini menjalani pemeriksaan intensif.
"Yang diduga sebagai pelaku sudah kami amankan. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kejadian ini," tuturnya.
Berdasarkan informasi awal, terduga pelaku diduga merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan motif maupun latar belakang aksi tersebut.
"Untuk sementara diduga salah satu siswa, namun kami masih dalami. Terkait apakah ini terorisme atau lainnya, untuk saat ini tidak sampai ke situ," katanya.
Sebelumnya, Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade menjelaskan, pelaku datang ke lingkungan sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang memicu percikan api dan kepulan asap.
Beruntung, pihak sekolah bersama warga sekitar sigap melakukan penanganan awal sehingga api cepat dipadamkan dan tidak merambat ke bangunan utama maupun ruang kelas.
"Tidak ada korban jiwa. Situasi berhasil dikendalikan dengan cepat," kata dia.
Personel Polsek Sungai Raya langsung mengamankan lokasi, sementara Tim Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya mengumpulkan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi memastikan situasi keamanan di sekolah sudah terkendali dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan pengawasan aparat.
Wakapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua siswa dan guru, agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
"Kami minta masyarakat tetap tenang dan melakukan pengecekan ulang terhadap informasi yang beredar. Percayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Nanti akan kami sampaikan secara lengkap setelah hasil penyelidikan dan laboratorium forensik keluar," katanya.
(antara/kid)

8 hours ago
12

















































