Demokrat Tegaskan Relasi SBY-Jokowi Tak Terganggu Isu Ijazah

7 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Afriansyah Noor menegaskan hubungan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tetap terjalin baik, meski sempat muncul isu dugaan ijazah palsu yang menyeret nama partainya.

Hal itu disampaikan Afriansyah usai bertemu Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Minggu (8/2). Ia memastikan pertemuan tersebut sama sekali tidak menyinggung isu ijazah yang sempat menjadi polemik di ruang publik.

"Oh, sangat baik (hubungan SBY-Jokowi). Dan justru tadi saya cerita, saya lihat museum. Terus, wah, boleh juga tuh kapan-kapan kita bisa kunjungan ke museumnya Pak SBY yang di Pacitan, Museum SBY-Ani," ujar Afriansyah mengutip Detik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Afriansyah menyebut pertemuannya dengan Jokowi berlangsung dalam suasana santai dan penuh nostalgia. Ia menegaskan keyakinannya terhadap keabsahan proses politik yang telah dijalani Jokowi selama ini, sekaligus memastikan isu ijazah tidak menjadi bahan pembahasan.

"Soal ijazah itu saya tidak menyinggung sama sekali dan Pak Jokowi juga tidak menyinggung. Beliau juga sudah tahu bahwa Demokrat sangat tidak mungkin membuat fitnah atau menuduh," ungkapnya.

Ia menekankan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjunjung tinggi etika politik. Menurut Afriansyah, Demokrat bukan partai yang gemar menyerang dengan tuduhan tanpa dasar.

"Itu tidak wataknya Pak SBY, tidak wataknya Pak AHY, dan juga tidak wataknya Partai Demokrat. Partai Demokrat ini partai kaum intelektual, kaum agamis," tegas Wakil Menteri Ketenagakerjaan tersebut.

Lebih lanjut, Afriansyah menjelaskan bahwa kunjungannya ke kediaman Jokowi merupakan silaturahmi pribadi yang mencerminkan praktik politik yang sehat. Ia ingin menunjukkan bahwa perbedaan posisi politik tidak seharusnya merusak hubungan antartokoh bangsa.

"Kami betul-betul menjunjung tinggi cara berpolitik yang santun. Nasionalis religius lah yang kami tanamkan," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menitipkan salam untuk SBY dan AHY. Afriansyah menilai pesan tersebut sebagai simbol harapan agar seluruh elemen bangsa terus bersinergi membangun Indonesia.

"Jadi, insyaallah tadi malah Pak Jokowi pesan salam buat Pak SBY, buat Mas AHY," katanya.

Afriansyah menambahkan, pertemuan tersebut juga diwarnai nostalgia pribadi. Ia mengungkapkan bahwa Jokowi pernah menjadi saksi pernikahan anak-anaknya.

"Pertama soal nostalgia ya, zaman beliau mencalonkan diri jadi presiden. Kebetulan putra-putri saya itu dinikahkan oleh beliau sebagai saksi menikah. Putri pertama saya tahun 2019, putra kedua saya tahun 2024," tuturnya.

Ia mengaku kedatangannya ke rumah Jokowi dilakukan secara spontan saat berkunjung ke Solo. Karena itu, ia tidak sempat melaporkan rencana tersebut kepada SBY.

"Pak SBY kebetulan saya tidak melapor. Ini spontanitas saja. Tadi malam saya satu bangku sama Pak SBY," ujarnya.

Meski demikian, Afriansyah kembali menegaskan Jokowi menitipkan pesan persatuan kepada SBY dan AHY, terutama dalam menghadapi tantangan besar bangsa dengan jumlah penduduk yang mencapai 280 juta jiwa.

"Harapannya, dengan jumlah penduduk yang besar ini, kita harus bersama-sama membangun bangsa," pungkasnya.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |