Dewan Pers Optimis Disrupsi Media di Indonesia Segera Berakhir

3 hours ago 6

Serang, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat optimistis disrupsi media massa yang terjadi saat ini segera berakhir dan publik akan kembali menjadikan media sebagai acuan informasi tepercaya.

Hal itu disampaikan Komaruddin dalam acara Konvensi Nasional Media Massa di Kota Serang, Banten, Minggu (8/2). Turut hadir dalam acara ini Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wamen Komdigi Nezar Patria.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam paparannya Komaruddin menyebut disrupsi media massa terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia.

Dalam masa disrupsi, kata dia, ruang-ruang di dunia maya dipenuhi konten berisi hoaks, noise dan sejenisnya. 

"Jadi ini bukan hanya di Indonesia, tapi juga dunia," kata Komarudin.

Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini meyakini disrupsi media di Indonesia tidak berlangsung lama. Namun, untuk mengakhiri disrupsi, Komaruddin menyebut insan pers harus kreatif.

"Disrupsi itu biasanya tidak akan lama, jika kita kreatif," katanya.

Komaruddin mengibaratkan disrupsi media hari ini seperti banjir bandang yang membawa lumpur atau kotoran. Namun setelah banjir bandang selesai, pelan-pelan tanah menjadi kembali subur dan masyarakat mencari sumber air bersih.

"Pers ini semacam lembaga penyulingan, menawarkan air bersih untuk masyarakat. Suatu saat masyarakat akan mengalami kejenuhan dengan berita toksik tersebut," terangnya.

Konvensi nasional media massa diharapkan melahirkan strategi jitu dan terbaru untuk menghadapi disrupsi media massa dan AI.

Komarudin juga senang, banyak perusahaan dan praktisi media massa yang tetap optimis bisa melewati disrupsi media.

"Sehingga forum ini bisa menjadikan kita berpikir positif ke depan. Sebagai ketua dewan pers, saya optimis dan gembira sekali, kepada pemerintah, Komdigi, menghadapi situasi ini," kata Komaruddin.

(ynd/wis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |