Jakarta, CNN Indonesia --
Siang itu, senyum Asmara (45) tak bisa disembunyikan saat menerima paket sembako yang dibagikan Artha Graha Peduli bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Bantuan sembako tersebut dibagikan sebanyak 1.000 paket kepada warga yang tinggal di sekitar Yayasan Panti Asuhan sekaligus Pondok Pesantren Nurul Ibad, Serang, Banten, pada Minggu (8/2).
Bagi ibu empat anak yang sehari-hari berjuang sendiri menghidupi keluarganya, bantuan itu bukan sekadar paket kebutuhan pokok, melainkan bentuk kepedulian yang terasa nyata di tengah tekanan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini dapat paket bantuan sembako, alhamdulillah senang sekali. Ini membantu untuk kebutuhan sehari-hari karena saya memang belinya gula, minyak, begitu, setiap hari," ujar Asmara dengan mata berbinar.
Sebagai seorang janda dengan lima anggota keluarga yang harus ditanggung, setiap pengeluaran menjadi perhitungan penting. Ia mengatakan, paket sembako yang diterimanya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama beberapa hari ke depan.
"Ini cukup untuk seminggu, lumayan banget. Keluarga saya ada lima orang. Saya janda, anak saya empat. Jadi membantu banget. Terima kasih sekali sudah diberikan bantuan sembako ini," katanya lirih, namun penuh rasa syukur.
Cerita serupa datang dari Hulayah (57), warga Desa Sukabares. Di usianya yang tak lagi muda, Hulayah menghabiskan hari-harinya di rumah bersama anak dan menantunya.
Tanpa penghasilan tetap, Hulayah mengatakan bantuan sembako menjadi penopang penting untuk memenuhi kebutuhan harian.
"Hari ini dapat bantuan sembako, rasanya senang sekali bisa jadi salah satu orang yang menerima bantuan. Ini terbantu sekali. Saya di rumah sama anak dan suaminya," tutur Hulayah.
Ia mengaku tidak memiliki pekerjaan dan sepenuhnya bergantung pada kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, setiap bantuan sosial yang datang selalu membawa harapan baru.
"Saya di rumah saja, tidak kerja. Jadi setiap ada bantuan sangat terbantu," ucapnya.
Bagi warga seperti Asmara dan Hulayah, bantuan sembako dari Artha Graha Peduli bukan hanya soal beras, gula, atau minyak goreng. Lebih dari itu, bantuan tersebut menghadirkan rasa diperhatikan dan harapan bahwa di tengah kesulitan, masih ada tangan-tangan yang peduli dan siap membantu meringankan beban hidup.
Adapun kegiatan bakti sosial pembagian sembako ini terlaksana berkat kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Artha Graha Peduli (AGP) dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di sejumlah wilayah di Banten.
Momentum HPN 2026 di Banten menegaskan pesan utama bahwa kepercayaan publik terhadap pers dibangun melalui kerja nyata. Karena itu, rangkaian bakti sosial ini diposisikan sebagai bagian dari komitmen HPN 2026 untuk menghadirkan pers yang tidak hanya menyuarakan persoalan masyarakat, tetapi juga turut memperkuat daya tahan sosial melalui aksi solidaritas yang berkelanjutan.
Sebagai informasi, Artha Graha Peduli telah melaksanakan kegiatan Pasar Murah sejak 11 Desember 2025 hingga saat ini. Program Pasar Murah digelar dengan tujuan menekan inflasi serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok saat harga mengalami lonjakan.
(ldy/tis)

3 hours ago
8
















































