Manggarai Timur, CNN Indonesia --
Ratusan warga Kampung Golo, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa TenggaraTimur (NTT) terpaksa mengungsi dan tidur di area kuburan sejak gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/l).
Warga masih bertahan hingga Rabu (19/8) ini atau selama empat hari, tanpa perlindungan memadai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data warga setempat, 6 rumah hancur total dan 18 rumah lainnya rusak. Sebanyak 459 jiwa kini mengungsi.
"Total hancur 6 rumah. Rusak 18 rumah. Jumlah pengungsi 459 jiwa. Mereka butuh beras, tenda, susu bayi," kata Dionisius Parera, warga setempat, Rabu.
Warga memilih area kuburan karena dinilai lebih aman dari risiko reruntuhan bangunan apabila gempa susulan terjadi tiba-tiba.
Di antara pengungsi terdapat bayi berusia tiga bulan bersama ibunya, serta puluhan lansia yang sakit-sakitan.
Sergis (25), warga Kampung Golo, menyebutkan sekitar 300 orang tidur di area kuburan tersebut.
"Mau bagaimana lagi. Gempa ini tiap hari bikin kami takut dan trauma, apalagi malam hari," ujar Sergis kepada CNN Indonesia, Rabu pagi.
Mereka tidur dalam gelap gulita setiap malam. Selain kebutuhan pangan, warga juga memohon bantuan penerangan.
"Selain beras, mie instan, telur, kami juga butuh lampu charger sinar matahari untuk penerangan malam. Khawatir hujan dan gelap. Kasihan juga ada balita dan banyak lansia di sini," tambahnya.
Meski merasa takut, warga terpaksa bertahan di area kuburan.
"Takut iya, tapi mau bagaimana lagi. Pasrah dan tunggu belas kasihan pemerintah saja sekarang," ucap Sergis.
(lou/wis)

3 hours ago
8
















































