Jakarta, CNN Indonesia --
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meminta maaf usai salah membaca sila kedua Pancasila saat upacara HUT ke-81 RI. Insiden salah baca sila kedua Pancasila itu sempat viral di media sosial.
"Jadi kami ucapkan permohonan maaf untuk masyarakat Kabupaten Pati dan seluruh masyarakat Republik Indonesia itu sekali lagi tidak sengaja memang kondisinya benar-benar posisi waktu itu kurang, enggak enak badan," kata Chandra kepada wartawan seperti dikutip dari Detik, Rabu (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chandra mengatakan rangkaian acara menyambut hari kemerdekaan sangat padat sampai larut malam. Katanya, hal itu membuatnya kurang enak badan.
"Rangkaian kegiatan yang sampai malam-malam, sehingga konsentrasinya benar-benar kurang. Jadi kami mohon maaf sekali lagi," terang dia.
Kata Chandra, pagi hari menjelang upacara kemerdekaan tubuhnya keringat dingin. Meskipun demikian, ia mengaku tetap menjadi inspektur upacara kemerdekaan.
"Pagi hari itu kondisinya sudah keringat dingin, cuman karena posisi 17 Agustus saya harus kuat tapi ternyata fisik manusia tidak bisa kalau memang kondisi seperti itu akhirnya blank. Itu di luar prediksi kami," jelas dia.
Insiden salah baca oleh Chandra itu terjadi saat ia memimpin upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kabupaten Pati, Senin (17/8).
Dalam video yang beredar, Chandra yang bertindak sebagai inspektur upacara terdengar salah menyebutkan sila kedua Pancasila. Alih-alih membacakan "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", ia melafalkan redaksi yang berbeda.
"Pancasila. Satu, ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, keadilan yang adil dan beradab," ucap Chandra dalam video tersebut.
Kekeliruan pada sila kedua ini membuat peserta upacara tidak serempak saat menirukan teks yang dibacakan, meskipun sila ketiga hingga kelima berhasil dibacakan dengan benar.
Baca berita selengkapnya di sini.
(detik/ugo)

4 hours ago
8
















































