Razia Narkoba di Riau, Ada Anak Kepala Daerah dan Selebgram Ditangkap

13 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 13 orang terjaring razia gabungan antinarkoba di Kota Pekanbaru, Riau.

Dari belasan orang itu, ada selebgram hingga satu pria diduga anak kepala daerah berinisial AF ikut diangkut aparat gabungan saat razia narkoba di tempat hiburan malam tersebut.

AF diamankan di tempat hiburan malam bersama teman-temannya. Saat petugas POM TNI dan Propam Polda Riau datang, para remaja diduga sedang pesta narkoba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terhadap 13 orang penyalahgunaan narkotika ini, diserahkan ke Polresta Pekanbaru," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman, dikutip dari detikSumut, Kamis (28/5) 

Terduga pengguna narkoba yang diserahkan itu terdiri atas delapan pria dan lima wanita. Mereka tercatat berasal dari sejumlah daerah di Riau dari mulai Pekanbaru, Kampar, hingga Pelalawan.

Pengguna narkoba laki-laki yang diamankan dan diserahkan ke Polresta Pekanbaru itu adalah AF (21), KS (32), RR (22), GFA (23), TT (28), FAY (24), FER (22), dan IRF (22). Kemudian yang perempuan adalah FA (23), RR (23), SAP (22), ARS (23), SA (23).

SA diketahui seorang selebgram dengan nama alias Cut Salsa.

Petugas menyita barang bukti ganja kering sebanyak 9,8 gram serta 4 buah cairan etomidate dari pelaku FER. Kemudian, petugas menyita 1,2 gram ganja kering dari pelaku FAY.

"Barang bukti masih berada di laboratorium, sehingga tidak bisa kami tampilkan," kata Muharman.

Setelah diamankan para remaja dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan cek urine. Hasilnya, semua pelaku positif narkoba.

"Tiga orang positif memakai ganja, selebihnya positif etomidate," sebut Muharman.

Terkait dugaan keterlibatan anak pejabat di Kabupaten Pelalawan, Kombes Muharman enggan menjawab.

"Untuk latar belakang pelaku, maaf kami tidak bisa menjawab," kata Muharman.

Penanganan perkara pengguna narkoba ini, selanjutnya dilakukan Tim Asesmen Terpadu (TAT), yang terdiri dari penyidik kepolisian, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), kejaksaan dan dokter medis.

Kepala BNNK Pekanbaru, Kombes Wawan Setiawan mengatakan, hasil asesmen 1 orang pelaku lanjut ke tingkat penyidikan atau ditahan.

Lalu, 1 orang dilakukan rawat inap selama 3 bulan dan 11 orang pelaku lainnya rawat jalan 3 sampai 6 kali.

Wawan menyebut, untuk pelaku AF, yang diketahui anak anak pejabat, positif ganja dan etomidate.

"Itu positif ganja dan etomidate," sebut Wawan dalam konferensi pers di Polresta Pekanbaru, Selasa (26/5).

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |