Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali menggelar mudik gratis pada tahun ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati usai rapat bersama jajaran Pemprov DKI di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/2).
"Jadi tahun ini kita Pemprov DKI Jakarta tetap menyelenggarakan mudik gratis," kata Eli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eli mengatakan, jumlah peserta yang difasilitasi akan bertambah dibanding tahun lalu seiring adanya dukungan dari sejumlah kolaborator.
"Bahkan karena ada beberapa kolaborator yang bersedia, jumlah masyarakat yang akan terfasilitasi menjadi bertambah," sambungnya.
Pemprov DKI, kata Eli, saat ini tengah menyiapkan mekanisme pendaftaran agar lebih transparan, salah satunya dengan syarat kepemilikan KTP DKI Jakarta.
"Nah nanti kami sedang siapkan proses pendaftarannya supaya lebih transparan, kemudian KTP-nya KTP Jakarta, nanti akan dimulai dan akan kita beritakan gitu ya, jauh-jauh hari," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Pramono memastikan stok pangan di Jakarta mencukupi.
"Kami hanya mengimbau karena ketersediaan pangan di Jakarta sangat mencukupi, tidak usah ada panic buying dan sebagainya. Karena Pemerintah DKI Jakarta menjamin bahwa ketersediaan bahan pangan maupun daging dan sebagainya, Jakarta adalah mencukupi," ujarnya.
Dalam rapat yang dilaksanakan, Pemprov DKI telah memutuskan sejumlah langkah antisipasi yakni monitoring rutin ketersediaan harga pangan yang berfokus pada beras, daging, LPG 3 kilogram.
Lanjutnya, Pemprov DKI juga akan tetap menerapkan mengenai early warning system terhadap harga-harga yang ada di Jakarta.
"Pengawasan keamanan terhadap ketersediaan pangan dan dari hasil laporan dari Ibu Asisten yang menangani ini secara khusus, Bu Eli, maka ketersediaan pangan untuk Ramadan dan juga Idulfitri di Jakarta, termasuk hari-hari besar lainnya-apakah itu Imlek atau Nyepi dan sebagainya-Jakarta dalam kondisi yang aman karena cadangannya mencukupi untuk itu," lanjut Pramono.
Selain itu, Pemprov DKI menyiapkan pasar murah mengantisipasi kenaikan harga di pasar.
"Dalam kesempatan ini kami juga menyetujui bahwa kegiatan yang berkaitan dengan pasar murah, untuk melakukan intervensi kalau memang kemudian ada gejolak di pasar, kami setujui untuk bisa dilakukan di Jakarta," ucap dia.
Ia juga menyoroti terkait subsidi pangan. Menurutnya, hampir semua komoditas di Jakarta sekarang ini relatif terkontrol dengan baik.
Kendati demikian, ada dua komoditas yang perlu diwaspadai sebab sering terjadinya kenaikan antara lain minyak goreng dan cabai.
"Tapi kali ini, kami juga mempersiapkan untuk itu. Termasuk walaupun Jakarta urban farming-nya atau areanya terbatas, kegiatan untuk menanam cabai nanti akan kami galakkan," ucapnya.
(nat/isn)

2 hours ago
1















































