Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak

12 hours ago 14

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mendorong perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan.

Tri menyampaikan hal ini saat menghadiri Temu Kader PKK Kabupaten Belu di Gedung Wanita Betelalenok, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (16/4).

Tri menyampaikan bahwa baik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)atau pelecehan seksual umumnya dilakukan oleh pihak yang superior, dalam hal ini laki-laki atau kepala rumah tangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angka kekerasan dalam rumah tangga ataupun pelecehan terhadap perempuan dan eksploitasi terhadap anak ini luar biasa," kata Tri dalam keterangan tertulis.

Menurutnya kasus itu tak hanya terjadi di Indonesia namun juga di negara lain. Karena itu ia mengajak semua untuk bersama-sama mencegahnya.

Tri mendorong agar orang tua mendidik anak laki-laki agar tidak merasa superior. Baik pria maupun wanita sama di mata hukum serta tidak diajarkan untuk merasa lebih.

Selain itu anak perempuan juga tidak boleh ditekan untuk menerima keadaan, melainkan dididik untuk berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang melanggar batas mereka.

Anak perempuan perlu didorong untuk memperjuangkan haknya, serta menyadari bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan. Undang-undang telah menjamin hak dan kewajiban tersebut.

Menurutnya pendidikan yang baik bagi anak-anak akan mendukung program Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang saat ini masih bersekolah, khususnya di jenjang SMP dan SMA, akan menjadi pemimpin yang diharapkan mampu memajukan daerah.

Apalagi Kabupaten Belu merupakan garda terdepan Indonesia yang berbatasan dengan Timor Leste.

"Saya berkewajiban juga untuk hadir di sini, karena memberikan semangat kepada semua kader PKK untuk bekerja keras, menjadikan Kabupaten Belu, menyiapkan anak-anak kita sumber daya manusia yang akan terus meneruskan kelangsungan negara Republik Indonesia ini, terutama di perbatasan," kata Tri.

Puji Produk Lokal Unggulan Minyak Kemiri

Tri juga memuji minyak kemiri khas Belu. Menurutnya kemiri merupakan bagian dari minyak asiri yang berpeluang menjadi produk ekspor. Jika dikembangkan, produk ini memiliki potensi ekonomi yang besar, sekaligus mampu menggerakkan ibu-ibu rumah tangga di Kabupaten Belu.

Ia berharap Ketua TP PKK Belu bisa meminta kementerian untuk bisa membantu mengembangkan produk lokal unggulan ini.

Tri menyampaikan hal ini saat menghadiri Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Minyak Kunir di rumah jabatan Bupati Belu, NTT, Kamis (16/4/2026).

Pelatihan ini dilakukan untuk mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Pemerintah pusat berharap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belu dapat meningkat melalui pengembangan berbagai potensi daerah yang dimiliki.

Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian memuji produk lokal unggulan minyak kemiri Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian memuji produk lokal unggulan minyak kemiri Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) Foto: Dok. Istimewa

"Salah satu sumber ekonomi keluarga, yaitu membuat minyak sendiri. Ini kalau dijual ibu-ibu Tik-Tok, pakai Tik-Tok tapi jangan sampai guling-guling di jalan ya. Ini bisa potensi mendapatkan order dari seluruh Indonesia," katanya.

Keunikan lain dalam pengelolaan minyak kemiri di Kabupaten Belu adalah proses pembuatannya yang masih dilakukan secara organik tanpa campuran bahan kimia. Dengan cara ini, minyak kemiri memiliki berbagai manfaat, khususnya untuk perawatan rambut, seperti membuat rambut lebih sehat, subur, dan mengkilap.

Tri melanjutkan, dengan memproduksi minyak kemiri, masyarakat memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan. Meskipun tidak langsung besar, hal ini diyakini dapat menggerakkan ekonomi melalui pengembangan produk unggulan daerah di Kabupaten Belu.

(tim)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |