Pilu Siswi SD Sukabumi Gagal Ikut Olimpiade Sains karena Listrik Mati

4 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Air mata Nadia Putri Muda Paramita tak terbendung setelah waktu seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD secara online telah selesai.

Siswi kelas 5 SDN Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi ini terpaksa mengubur mimpi emasnya dalam-dalam akibat listrik rumahnya tiba-tiba mati.

Insiden yang terjadi pada OSN daring hari Senin (8/6) lalu itu mendadak viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah menceritakan bahwa ujian sebenarnya berjalan mulus sejak sesi pertama pada pukul 08.00-09.00 WIB. Petaka baru muncul di sesi terakhir yang dijadwalkan pukul 13.00-14.00 WIB. Tepat pukul 13.45 WIB, aliran listrik mendadak terputus.

"Mati lampu itu kejadiannya di menit-menit akhir sebetulnya, sekitar 15 atau 20 menit lagi ke sesi akhir selesai. Awalnya ada murid yang bilang nge-freeze, kemudian sempat logout sendiri. Setelah berhasil login kembali dan berjalan beberapa menit, tiba-tiba listrik padam total," ujar Isop, Kamis (11/6), dikutip dari detikJabar.

Isop mengatakan pihak sekolah sempat berupaya menahan siswa dan berharap listrik segera menyala kembali. Sialnya, hingga 3 jam ditunggu, ruangan kelas tetap gelap gulita.

"Memang kaget gitu ya, siswa nggak nyangka, terus bingung aja, bingung ini gimana. Kami menenangkan para siswa, 'Tunggu aja dulu barangkali nanti ada kebijakan lain atau misalnya nyala lagi lampunya.' Tapi ternyata ditunggu-tunggu sampai beberapa waktu tidak nyala lagi. Ya sudah, kami suruh tutup aja laptopnya, pulang," ujarnya.

Isop menyayangkan tidak adanya pemberitahuan dari pihak PLN terkait pemadaman tersebut, sehingga sekolah tidak memiliki persiapan cadangan daya. Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius ke depan.

Bagi Nadia, kegagalan karena faktor teknis ini terasa sangat menyakitkan. Demi menghadapi OSN mata pelajaran IPS ini, ia sudah menguras energi dengan belajar intensif selama enam bulan terakhir.

Nadia mengaku sempat panik luar biasa saat menyadari waktu pengerjaan soal terus berjalan di tengah kondisi layar laptop yang mati.

"Pas awal-awal mati itu masih biasa aja, saya kira awalnya kan bakal bentar tapi ternyata pas udah dengar waktu yang tersisa untuk mengerjakan soal tinggal 15 menit lagi tuh saya agak gelisah gitu. Apalagi udah disiapin dari berbulan-bulan, jadi saya juga agak panik sebenarnya tuh," ungkap Nadia dengan nada sedih.

Dari total 60 soal yang diujikan, Nadia sebenarnya sudah berhasil menjawab 40 soal dengan lancar. Baginya, ajang OSN ini adalah batu loncatan besar untuk mengejar cita-citanya serta membahagiakan orang tua.

"Cita-cita aku jadi diplomat, target OSN itu jadi saya tuh mau membanggakan orang tua, jadi saking inginnya juara, jadi mempersiapkan itu dari berbulan-bulan," tuturnya.

Meski mencoba tegar dan ikhlas, Nadia masih menyimpan harapan besar agar panitia pusat bersedia menggelar ujian ulang bagi peserta yang terdampak gangguan di luar kendali seperti dirinya.

"Maunya mah saya OSN diulang tapi ya gimana lagi, kalau nggak bisa ya sudah saya ikhlasin aja, dan kalaupun ada pemadaman listrik harusnya beritahu dulu jadi udah persiapan gitu," pungkasnya.

Baca berita selengkapnya di sini.

(fra/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |