Arahan Penting Kapolda Metro Demo Hari Ini, Rekam Narasi di Lapangan

14 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan arahan penting kepada anggota kepolisian saat mengikuti apel pasukan terkait unjuk rasa massa mahasiswa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2) ini.

Ada 18 pengarahan penting yang disampaikan Edi, termasuk untuk jajaran intel, reserse, dan pasukan pengamanan lainnya.

Untuk intel, Asep secara khusus meminta jajaran intelijen mendokumentasikan seluruh narasi di lapangan baik gerakan maupun tulisan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada sebanyak 18 direktif (pengarahan penting), yang tentunya harus dipedomani oleh rekan-rekan semuanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pelayanan unjuk rasa yang dilaksanakan oleh adik-adik kita atau saudara-saudara kita," kata Asep saat memimpin apel tersebut di Lapangan Mabes Polri, Jakarta, Jumat siang seperti dikutip dari Antara.

Pertama, pengamanan dan pelayanan unjuk rasa wajib berjalan aman, tertib, dan terkendali serta tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum.

Kedua, personel yang bertugas, diminta jangan mudah terpancing emosi, kendalikan diri. Laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur.

Ketiga, personel intelijen wajib mempelajari secara detail titik kumpul massa, fasilitas umum yang digunakan, serta kendaraan yang dipakai.

"Saya minta dokumentasikan seluruh narasi di lapangan, baik gerakan maupun tulisan, dan laporkan segera kepada pimpinan melalui jalur komando, deteksi dan dokumentasi adalah kunci pencegahan," tutur Asep.

Keempat, untuk personel reserse, apabila menemukan peserta membawa alat berbahaya, amankan sedini mungkin, jangan bergerak sendiri-sendiri, bergeraklah dalam tim, dalam ikatan satuan, dan jangan sampai terlepas dari kelompoknya.

"Kelima, untuk pasukan Samapta dan Dalmas, ikuti setiap instruksi pimpinan. Jangan mudah terprovokasi, jaga barisan, jaga formasi dan pastikan tindakan formasi dan tetap tertib dan tetap terukur," papar Asep.

Keenam, apabila dalam perkembangan dinamika situasi di lapangan terpaksa dilakukan pendorongan massa, tetap kita laksanakan sesuai prosedur.

Ketujuh, anggota Polri yang berada di dalam gedung Mabes Polri tidak keluar area, disiplin perimeter dan disiplin perbatasan adalah bagian dari pengamanan objek dan keselamatan personel.

Kedelapan, pemeriksaan kelengkapan alat, terutama alat khusus (alsus) pada saat apel harus diketatkan.

Kesembilan, seluruh personel wajib memedomani ketentuan peraturan internal Polri yang berlaku, termasuk pedoman penggunaan kekuatan, pengendalian massa, dan pengendalian huru-hara.

Kesepuluh, semua tindakan di lapangan harus satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi. Para Perwira Pengendali (Padal) sampai Perwira Menengah (Pamen) wajib memastikan rantai komando berjalan.

Kesebelas, anggota yang berhadapan dengan massa, jangan bersikap arogan, jangan bersikap agresif.

Gas air mata

Kedua belas, tidak boleh ada lagi pasukan yang terjebak dalam tempat ataupun killing zone.

"Ketiga belas, pergerakan pasukan, penanggulangan huru-hara, dan penggunaan gas air mata hanya boleh atas perintah saya," ungkap Asep.

Keempat belas, para perwira pengendali wajib mengedepankan tindakan persuasif.

Kelima belas, setiap perkembangan dinamika situasi lapangan wajib dilaporkan pada kesempatan pertama. Jangan menunggu situasi membesar. Laporkan cepat, laporkan jelas, laporkan secara faktual.

Keenam belas, pegang teguh prinsip Jaga Jakarta, khususnya perlindungan terhadap warga masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama.

Ketujuh belas, tunjukkan profesionalisme, jaga muruah institusi, buktikan bahwa Polri mampu mengelola aksi unjuk rasa dengan sebaik-baiknya.

"Kedelapan belas, terakhir, ingat, kita satu komando, satu tujuan, demi keamanan masyarakat. Tidak ada ego sektoral, tidak ada tindakan di luar garis komando. Yang ada hanya tanggung jawab kita sebagai Bhayangkara," tegas Asep.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bakal menggelar aksi unjuk rasa di Mabes Polri pada Jumat (27/2) hari ini.

Aksi unjuk rasa digelar dalam rangka bentuk solidaritas dan dukungan terkait aksi penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Brimob Polda Maluku Bripda Mesias Siahaya kepada siswa Arianto Tawakal (14) hingga tewas.

Anggota BEM UI, Hafidz Hernanda menyebut total ada lima tuntutan dalam aksi kali ini.

"Pertama mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represifitas," ujarnya kepada wartawan.

Kedua, BEM UI juga mendesak agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto untuk dicopot dari jabatannya.

Selain itu, BEM UI juga menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi dan penegakan batasan kewenangan dan penarikan Polri dari jabatan sipil.

"Kami juga menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri," tuturnya.

Sementara itu untuk mengamankan aksi, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.992 personel.

"Sebanyak 3.992 personel dikerahkan, terdiri atas 3.093 personel Polda Metro Jaya dan diperkuat personel dari polres jajaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dia juga menegaskan Polri hadir dengan mengedepankan pendekatan humanis dan memperhatikan hak asasi manusia.

Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus secara situasional sesuai perkembangan di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi kepadatan yang berdampak pada aktivitas warga, terutama pada momentum Ramadhan. Masyarakat pun diimbau agar menyesuaikan rute perjalanan apabila terdapat pengalihan arus di sejumlah ruas jalan.

(antara/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |