Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa berharap agar koalisi pemerintah tetap solid di tengah isu manuver salah satu partai anggota koalisinya baru-baru ini.
Pernyataan itu disampaikan Saan merespons pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang dinilai sebagai gesture calon penantang pada pilpres mendatang.
Menurut Saan, semua partai koalisi mestinya saat ini memiliki komitmen bersama untuk mengawal program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setidaknya NasDem berharap bahwa koalisi ini tetap solid, koalisi ini tetap punya komitmen yang sama untuk mengawal pemerintahan Pak Prabowo ini," kata Saan di kompleks parlemen, Rabu (9/9).
Meski begitu, Wakil Ketua DPR RI menghormati sikap politik masing-masing partai koalisi. Dia juga setuju dengan prinsip pembatasan kekuasaan, sebab toh konstitusi juga membatasi masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya dua periode.
"Dan tentu sebagai sebuah sikap politik sebuah partai, kita menghormati dan menghargai saja," katanya.
Namun, kata Saan, di tengah kondisi geopolitik saat ini, persoalan bangsa harus dihadapi bersama. Menurut dia, semua partai koalisi harus memiliki sikap yang sama untuk membantu pemerintah.
"Sikap-sikap terbaik yang, sikap-sikap politik, itu tetap harus mengedepankan semangat untuk memberikan jaminan kepastian dan stabilitas politik agar program ini bisa berjalan dengan baik," katanya.
AHY dalam pidatonya di rangkaian HUT ke-25 Partai Demokrat di kantor DPP, menyinggung sejumlah isu terkait pemilu.
AHY meminta seluruh kader, baik yang berada di eksekutif, legislatif, maupun kepala daerah untuk senantiasa peka dan jujur terhadap kenyataan yang dirasakan oleh rakyat di lapangan.
Dia juga menyinggung pentingnya profesionalisme dan netralitas bagi seluruh alat serta aparatur negara, terutama ketika Pemilu.
"Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," ujar AHY.
(thr/isn)

4 hours ago
5
















































