Mudik Lebaran Gowes Sepeda 300 Km: Lelah Terobati Bertemu Keluarga

8 hours ago 4

Lampung Selatan, CNN Indonesia --

Dua pemudik asal Serang, Banten, Riko dan Rizal memilih mudik Lebaran ke Lampung dengan cara berbeda. Mereka mengayuh sepeda menuju kampung halaman.

Keduanya menempuh perjalanan 300 kilometer atau selama 7 jam dengan mengayuh sepeda dari Serang sampai ke daerah Kemiling, Kota Bandarlampung.

Tidak banyak bekal yang dibawa Riko dan Rizal selama perjalanan mudik menggunakan sepeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka hanya membawa beberapa pakaian, perlengkapan mandi, dan perlengkapan sepeda seperti baterai untuk keperluan penerangan saat perjalanan malam hari.

Sementara itu oleh-oleh kerupuk kemplang diikat di atas perlengkapan jas hujan pada bagian belakang sepeda.

Riko mengatakan dirinya pergi bersama kerabatnya Rizal dari Kemiling, Kota Bandarlampung mau pulang ke Serang, Banten.

"Mau pulang ke Serang, Banten ini mas. Kemarin saat mudik ke Lampung, saya dan saudara saya ini berangkat dari Pelabuhan Ciwandan dan turunnya di Pelabuhan Wika Beton, Bakauheni. Ya pakai sepeda ini mudiknya," kata Riko, Jumat (4/4) siang.

Riko perjalanan mudik menggunakan sepeda dari Serang, Banten hingga sampai ke Lampung, menghabiskan waktu selama 7 jam.

"Jarak yang ditempuh, sekitar 300 kilometer atau selama 5-7 jam. Sesekali istirahat untuk salat, lalu jika hujan saat di perjalanan," ujarnya.

Sementara itu Rizal mengaku mudik menggunakan sepeda ini bukan yang pertama kali. Ia sudah melakukannya sejak 2022 lalu.

Cuaca panas, hujan, dan jarak ratusan kilometer tidak menyurutkannya mengayuh sepeda demi bisa bertemu keluarga di kampung halaman.

"Sudah empat kali lebaran saya mudik pakai sepeda. Capek pastinya ya lah, tapi rasa lelah mengayuh sepeda seketika hilang terobati, begitu bertemu sama keluarga di momen lebaran," katanya.

Rizal melakukan perjalan mudik lebaran dengan mengayuh sepeda seorang diri, sementara istri dan anaknya berlebaran di rumahnya di Serang, Banten.

"Sendiri mudiknya, istri dan anak lebaran di Serang, Banten sama mertua. Kalau lebaran dua tahun sebelumnya, istri dan anak ikut mudik ke Kemiling tapi naik kendaraan umum dan saya tetap gowes sepeda saja mas,"katanya.

Keduanya memilih mudik lebaran dengan sepeda, selain karena hobi, karena lebih murah dibandingkan menggunakan kendaraan motor, mobil maupun kendaraan umum.

"Mudik pakai sepeda lebih sehat, enggak kena macet di jalan, irit biaya juga dan bisa menikmati indahnya pemandangan. Ngayuhnya santai aja, ya biar enggak kerasa capeknya," kata Rizal.

(fra/zai/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |