Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan skema kerja 4 hari sebagai salah satu upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara terukur dan bertahap.
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan kebijakan efisiensi BBM itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
"Sebagai tindak lanjut, Kemhan dan TNI melakukan penyesuaian internal yang bersifat administratif dan manajerial. Efisiensi difokuskan pada aspek pendukung, sementara operasional strategis dan kesiapsiagaan pertahanan tetap menjadi prioritas utama dan dijaga secara optimal," kata Rico dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rico menjelaskan langkah-langkah yang disiapkan mencakup pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas.
"Seluruh kebijakan dilaksanakan secara adaptif, terukur, dan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing satuan kerja," ujarnya.
Beberapa hal yang sedang disiapkan antara lain penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari pada fungsi-fungsi tertentu yang memungkinkan.
Lalu pengaturan penggunaan alutsista berdasarkan indeks prioritas dan kebutuhan operasi.
"Pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai dengan tetap memperhatikan efektivitas pelaksanaan tugas," katanya.
Rico menegaskan efisiensi itu merupakan wujud kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis, bukan karena kondisi darurat.
"Pemerintah juga menegaskan bahwa cadangan energi nasional saat ini tetap dalam kondisi aman. Melalui langkah ini, Kemhan dan TNI mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memperkuat ketahanan nasional dengan mengedepankan efisiensi, tanggung jawab, dan semangat bela negara," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Ia menyampaikan itu dalam Sidang Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
"Saya kira bisa kita kaji masalah ini, saya kira kita harus upaya lakukan penghematan," ujar Prabowo.
Prabowo menyampaikan Indonesia tidak boleh lengah dan harus senantiasa mempersiapkan diri terhadap dinamika yang terjadi di Timur Tengah (Timteng).
(yoa/ins)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4













































