Denpasar, CNN Indonesia --
Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Bali, melakukan pemeriksaan data keimigrasian dan mendatangi A Fitness, tempat kebugaran atau gym di wilayah Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.
Hal itu dilakon, terkait informasi viral mengenai pengusiran tiga warga negara asing (WNA) yang diduga anggota tentara Israel (IDF), dan diusir oleh pemilik tempat kebugaran tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, R.Haryo Sakti mengatakan, petugas mendatangi tempat gym pada Rabu (19/8) pukul 19.00 WITA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemeriksaan dilakukan setelah informasi mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial. Petugas kemudian melakukan pengecekan terhadap data keimigrasian WNA yang disebut serta mendatangi lokasi kejadian untuk memperoleh keterangan awal," kata Haryo Sakti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8) sore.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, kejadian pengusiran terhadap tiga WNA tersebut terjadi pada Minggu (16/8) sekitar pukul 19.00 WITA di A Fitness, Sukawati, Gianyar. Dari tiga WNA yang disebutkan, petugas telah memperoleh identitas dua orang WNA.
Haryo Sakti menerangkan, kedua WNA tersebut masing-masing berinisial IB (23) kelahiran Israel. Dia masuk Indonesia memakai paspor Bulgaria.
IB masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 3 Agustus 2026 menggunakan penerbangan EY 478 dan menggunakan visa kunjungan saat kedatangan (VKSK).
Kemudian, WNA kedua berinisial YBH (22) kelahiran Israel, pemegang paspor Romania. YBH masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 3 Agustus 2026 menggunakan penerbangan EY 478 dengan visa kunjungan.
Petugas Imigrasi juga melakukan pendalaman terhadap informasi mengenai pihak pemilik tempat kebugaran yang melakukan pengusiran terhadap ketiga WNA tersebut.
"Pemilik tempat kebugaran dan kedua WNA yang telah diketahui identitasnya akan dipanggil untuk dimintai keterangan guna memperoleh informasi mengenai kronologi dan latar belakang kejadian," imbuhnya.
Sampai dengan proses pemeriksaan lebih lanjut, IB dan YBH telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian keimigrasian (SOI) untuk kepentingan pemantauan dan pemeriksaan oleh petugas Imigrasi.
"Terkait dugaan pelanggaran keimigrasian, penentuan pelanggaran serta tindakan keimigrasian terhadap pihak terkait akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat yang mengetahui keberadaan atau kegiatan orang asing yang diduga melanggar ketentuan keimigrasian di wilayah Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar untuk menyampaikan informasi melalui kanal pengaduan resmi, yaitu whatsapp pengaduan [+62 812-4618-3838].
"Setiap informasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan Perundang-undangan di bidang keimigrasian," ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial terkait perseteruan antara pemilik pusat kebugaran atau gym di Kabupaten Gianyar, Bali, dengan Warga Negara Asing (WNA) yang diduga dari Israel.
Dalam video itu diberi keterangan seorang pemilik gym di Ubud, Bali, mengusir tiga tentara Israel setelah mereka berkata tidak sopan kepada stafnya.
Viralnya video itu, saat ini masih ditelusuri atau dilakukan pengecekan baik dari pihak Imigrasi Kelas l TPI Denpasar dan kepolisian Polsek Ubud.
"Saya akan cek dulu," kata Putu Suhendra selaku Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, saat dikonfirmasi Rabu (19/8).
Hal yang sama juga disampaikan Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara sab mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan.
"Coba kami cek," kata dia.
Dalam video yang viral itu, pemilik gym mengaku mengambil tindakan setelah salah satu tamu bersikap tidak sopan terhadap stafnya. Ia juga menerangkan, tamu tersebut berkaitan dengan Israel Defense Forces (IDF) atau tentara Israel.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @filaasteni, pemilik gym tampak menegur para pengunjung tersebut.
"You guys serve in IDF, so you kill babies. So I don't, I don't discuss. That's one thing. I have my morals, that's it, that's it (Kalian bertugas di IDF, jadi kalian membunuh bayi-bayi. Saya tidak mau berdiskusi soal itu. Saya punya prinsip moral)," ujar pemilik gym dalam video yang dilihat, dikutip pada Rabu (19/8).
Perseteruan bermula ketika tiga pria berkewarganegaraan Israel datang ke tempat kebugaran tersebut. Dalam video klarifikasi lanjutan, pemilik gym mengatakan salah satu dari mereka bersikap kasar terhadap staf.
"These three gentlemen came to our gym, and one of them was very rude to our staff (Tiga pria ini datang ke gym kami dan salah satu dari mereka bersikap sangat kasar kepada staf kami)," ungkapnya.
Setelah mendapat laporan dari staf, pemilik gym lalu mendatangi ketiganya untuk meminta penjelasan sekaligus menanyakan kewarganegaraan mereka. Dari percakapan itu, ia mengetahui bahwa ketiga warga asing atau pengunjung itu adalah warga negara Israel.
"You guys are not even allowed to be in this country, man. You come with a different passport. (Kalian sebenarnya bahkan tidak diperbolehkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor yang lain)," kata dia.
Pemilik gym kemudian meminta ketiganya meninggalkan tempat tersebut. Ia mengatakan pihaknya tidak melayani warga Israel, personel IDF, maupun orang yang bersikap kasar kepada staf.
Buntut pengusiran tersebut, pihak gym mengaku mendapat ulasan bintang satu di Google Review dari pihak yang bersangkutan. Dalam ulasan tersebut, pemilik gym dituding bersikap rasis dan melakukan diskriminasi berdasarkan agama.
Namun, pemilik gym membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan, penolakannya ditujukan kepada warga Israel dan IDF, serta orang yang bersikap kasar terhadap stafnya, bukan terhadap agama tertentu.
(kdf/kid)

7 hours ago
13
















































