Kepala BNPB Akui Banyak Kekurangan Penanganan Korban Gempa NTT

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengatakan pemerintah terus mempercepat pemenuhan kebutuhan logistik dasar bagi pengungsi imbas gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia pun mengakui masih terdapat kekurangan.

"Kami terus bekerja keras dan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lapangan," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

Ia mengatakan penanganan bencana di NTT saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan yang harus segera diatasi secara terpadu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suharyanto mengakui adanya keluhan warga terkait krisis air bersih dan listrik di sejumlah posko, termasuk di Posko Pengungsian Reo, Kabupaten Manggarai.

"Kami memahami kesulitan yang dialami saudara-saudara kita di pengungsian. Bantuan logistik presiden telah didistribusikan dengan total bantuan yang dikirimkan sebanyak 411 ton dari tanggal 15 sampai 19 Agustus 2026," kata Suharyanto.

Ia mengatakan pemenuhan logistik bagi warga terdampak terus digencarkan. Pada 19 Agustus, BNPB mencatat distribusi bantuan logistik melalui jalur udara sebanyak 72,77 ton.

Prioritas pengiriman pada hari yang sama mencakup 5.000 paket sembako ke Posko Maumere dan 2.900 paket sembako ke Posko Labuan Bajo.

Sejumlah armada laut dikerahkan untuk membantu pendistribusian logistik. Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta telah diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai, membawa paket bantuan Presiden RI, sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta donasi masyarakat untuk didistribusikan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

TNI AL juga mengerahkan KRI dr. Soeharso untuk mendukung pelayanan kesehatan. Dukungan logistik mencakup beras, sembako, air mineral, obat-obatan, matras, selimut, tenda, hygiene kit, BBM, genset, dan kebutuhan lainnya.

Sebanyak 882 unit tenda (215 tenda pengungsi ukuran 6×12 dan 667 tenda keluarga ukuran 4×4) serta dua unit rumah sakit lapangan telah disiapkan.

"Kami memastikan distribusi terus berjalan ke wilayah terisolasi, termasuk melalui jalur laut dan udara, agar kebutuhan dasar warga di pengungsian dan daerah terdampak terpenuhi," katanya.

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Kamis (20/8) sore, korban meninggal dunia dilaporkan sebanyak 75 orang.

"Di mana kemarin kami memberitakan 71 jiwa. Hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam Konferensi Pers BNPB, Kamis (20/8).

BNPB juga melaporkan adanya 907 korban luka-luka akibat gempa. Selain itu, karena banyaknya gempa susulan, jumlah pengungsi juga meningkat.

"Saat ini, kami mencatat ada 92.735 jiwa, yang semula ada 59.647 jiwa," kata dia.

(yoa/isn)

placeholder

Read Entire Article
Kasus | | | |