Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Jumat Dini Hari

1 hour ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa tektonik mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2) dini hari, tepat pukul 01.06 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologindan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 6,2 yang berpusat di laut.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates, Malang, Mamuri menjelaskan bahwa titik episenter gempa berada di laut dengan koordinat 8,98 derajat lintang selatan serta 111,18 deratjat bujur timur. Lokasi ini berjarak sekitar 89 kilometer ke arah tenggara kota Pacitan dengan kedalaman pusat gempa mencapai 58 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," kata Mamuri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guncangan gempa ini dirasakan cukup luas di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Daerah Bantul, Sleman dan Pacitan dilaporkan mengalami intensitas IV MMI, di mana getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Sementara itu, wilayah lain seperti Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, dan Banjarnegara merasakan gwtaran skala intensitas III MMI yang dianalogikan seperti truk yang sedang melintas di depan rumah.

Sedangkan wilayah Tuban dan Jepara merasakan getaran dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Meski kekuatan gempa cukup signifikan, BMKG memastikan bahwa peristiwa ini tidak memicu tsunami atau gelombang pasang di pesisir selatan.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi taunami. Hingga pukul 01.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock," kata dia.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi kerusakan bangunan yang mungkin terjadi. Hingga kini pendataan dampak gempa masih dilakukan petugas di lapangan.

(ptr/ptr)

Read Entire Article
Kasus | | | |