Padang, CNN Indonesia --
Seorang murid SD Negeri 33 Rawang, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) berinisial NA (10 tahun), meninggal dunia diduga menjadi korban perundungan atau bullying dari sesama temannya di sekolah.
Senin (3/8) pagi, polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam NA untuk mencari tahu penyebab pasti kematian korban.
Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, ekshumasi dilakukan tim Dokpol disaksikan keluarga dan pihak terkait lainnya. Proses itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kita lakukan ekshumasi terhadap makam seseorang yang beberapa waktu lalu meninggal dunia. Ini bagian dari penyelidikan kasusnya," kata Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin kepada wartawan.
Ia belum menjelaskan kapan hasil ekshumasi akan keluar, karena semuanya tergantung proses yang dilakukan tim.
Kuasa hukum keluarga korban, Faisal menyambut baik proses penyelidikan kasus kematian NA dengan langkah melakukan ekshumasi.
Pihak keluarga, kata dia, memang meyakini NA meninggal tak wajar akibat adanya perundungan atau bullying di sekolah.
"Anak ini sebelum meninggal, sempat menyebut dua nama. Laki-laki dan perempuan, sebagai orang yang mem-bully-nya. Makanya kita yakin indikasinya (kematian tak wajar) pasti ada," kata Faisal.
NA meninggal pada Kamis, 23 Juli 2026, setelah sempat mengeluhkan sakit di bagian pinggang sepulang sekolah.
Keluarga kemudian membuat laporan ke polisi, karena menduga anaknya meninggal dalam kondisi tak wajar.
(ned/kid)

9 hours ago
7

















































