Yusril Sebut Kritik di Film Pesta Babi Wajar, Masyarakat Boleh Nonton

1 hour ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan kritik yang disampaikan dalam film dokumenter berjudul 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' masih wajar.

Yusril tidak menampik jika istilah "Pesta Babi" di judul film dapat menimbulkan beragam tafsir di tengah masyarakat. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat tidak terpancing karena judul film yang dinilai sengaja dibuat untuk menarik perhatian publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kritik semacam itu wajar saja, walaupun memang terdapat narasi yang provokatif. Judul film dokumenter itu sendiri memang kontroversial," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5).

"Biarkan saja masyarakat menonton, lalu setelah itu silakan gelar diskusi dan debat. Dengan demikian publik menjadi kritis, pro dan kontra dapat terjadi," imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah juga dapat mengambil pelajaran dari kritik terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang dianggap mengganggu kelestarian alam, hak ulayat masyarakat Papua dan lingkungan hidup.

"Pemerintah dapat memetik hikmah dari film itu untuk mengevaluasi kalau-kalau ada langkah di lapangan yang perlu diperbaiki," tuturnya

Terkait kritik tersebut, Yusril menjelaskan jika pembukaan lahan telah dimulai sejak 2022 pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo bersamaan dengan pemekaran
daerah di Papua.

Proyek itu kemudian dilanjutkan oleh pemerintahan saat ini sebagai bagian dari proyek ketahanan pangan dan energi nasional.

Ia menegaskan seluruh proyek strategis nasional dibangun berdasarkan kajian yang matang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kendati demikian, pemerintah tetap membuka diri terhadap kritik untuk melakukan evaluasi pelaksanaan di lapangan.

"PSN dibangun dengan kajian matang untuk kesejahteraan rakyat, walaupun Pemerintah tidak menutup mata terhadap segala kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaannya di lapangan," tuturnya.

Di sisi lain, Yusril menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan larangan terhadap aksi nonton bareng (nobar) film dokumenter 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita'.

Yusril mencontohkan di kampus-kampus lainnya aksi nobar tetap berjalan tanpa halangan apapun. Oleh karenanya ia menegaskan pembubaran nobar film itu bukanlah arahan dari Pemerintah maupun aparat penegak hukum secara terpusat.

"Melihat pola demikian, pembubaran nobar film 'Pesta Babi' bukanlah arahan dari Pemerintah ataupun aparat penegak hukum yang biasanya terpusat," pungkasnya.

(dmi/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |