Viral MBG Berkantong Plastik, SPPG Karyasari Beri Klarifikasi

17 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, memberikan klarifikasi terkait viralnya video distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memperlihatkan disajikan menggunakan kantong plastik.

Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, menjelaskan peristiwa dalam video tersebut terjadi pada Kamis (8/1). Pada hari itu, SPPG Karyasari menyiapkan menu MBG untuk kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Seluruh makanan, dikatakan Dimas, telah dipersiapkan dan didistribusikan menggunakan ompreng sesuai prosedur yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, setelah ompreng tiba di lokasi penerima manfaat, terjadi perubahan dalam penyajian. Salah seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik tanpa koordinasi dengan pihak SPPG dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penyajian MBG.

"Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader, yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas," jelas Dimas dalam keterangan resmi, Sabtu (10/1).

"Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong," lanjutnya.

Dimas menyebutkan pihak SPPG Karyasari baru mengetahui kejadian tersebut keesokan harinya setelah menerima laporan terkait potongan video yang beredar di media sosial dan memperlihatkan penyajian makanan MBG menggunakan kantong plastik.

"Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," kata Dimas.

Klarifikasi juga disampaikan Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi. Ia menyampaikan pelurusan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait kondisi makanan dalam video yang beredar.

"Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan. Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan," jelas Lusi.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menyampaikan penyajian makanan dalam program MBG wajib mengikuti SOP yang telah ditetapkan, termasuk penggunaan ompreng sebagai wadah distribusi, guna menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi bagi seluruh penerima manfaat.

(del/har)

Read Entire Article
Kasus | | | |