Jakarta, CNN Indonesia --
Guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, Agus Saputra, mengungkap kronologi versi dirinya terkait insiden dikeroyok sejumlah siswa yang viral di media sosial.
Insiden pengeroyokan itu viral di media sosial. Dalam video tersebut Agus sampai membawa celurit untuk membubarkan siswa usai dikeroyok.
Agus mengatakan kejadian itu terjadi pada Selasa (13/1) pagi, saat kegiatan belajar berlangsung. Semua bermula ketika Agus sedang berjalan di depan kelas dan mendengar salah satu siswa mengeluarkan kata-kata kasar terhadap dirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia [siswa] menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," kata Agus dikutip dari detik, Kamis (15/1).
Mendengar ucapan kasar itu, Agus masuk ke kelas. Dia meminta siswa-siswa di kelas untuk mengaku siapa yang mengucapkan kalimat tersebut. Salah satu siswanya pun mengaku. Namun, dikatakan Agus, saat itu siswa itu malah menantang dirinya. Agus kemudian menampar sang siswa.
"Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia," ujar Agus.
Menurut Agus, tindakan itu sebagai bentuk pendidikan moral. Namun, sang siswa bereaksi marah. Kejadian bergulir sampai dimediasi oleh guru-guru lainnya.
Dari pihak siswa, mereka mengklaim Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan 'miskin', yang kemudian memicu keributan tersebut. Namun, Agus menyebut perkataan 'miskin' itu diucap dalam konteks memberi motivasi dan tidak bermaksud menghina.
"Ya, saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, 'Kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam'. Itu secara motivasi pembicaraan," ucap Agus.
Dalam mediasi, Agus memberi pilihan kepada siswa untuk membuat petisi jika tidak menginginkan dirinya mengajar lagi sana. Atau, kata Agus, dia meminta siswanya berubah. Tapi, siswa meminta Agus meminta maaf.
Mediasi itu pun menemui jalan buntu. Hingga akhirnya, ketika berjalan menuju ruang guru, Agus dikeroyok oleh sejumlah siswanya.
"Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan terhadap saya," ujar Agus.
Agus kemudian dikeroyok sejumlah siswa. Agus akhirnya mengeluarkan celurit untuk membubarkan siswa.
Usai kejadian, Agus mengadukan persoalan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Dia berharap pihak dinas bisa menengahkan kejadian ini. Dari pengeroyokan itu, Agus mengalami memar di badan dan pipi.
Lengkapnya baca di sini.
(har)

2 hours ago
5
















































