Usai Viral, 5 Siswa Pelaku Bullying di SMA 3 Banda Aceh Dikeluarkan

4 hours ago 8

Banda Aceh, CNN Indonesia --

Lima siswa yang diduga melakukan perundungan atau bullying hingga kekerasan terhadap siswa di SMA Negeri 3 Banda Aceh dikeluarkan dari sekolah setelah kasus perundungan itu viral.

Kasus itu berawal saat orang tua korban memposting luka dan memar di wajah anaknya ke media sosial. Dalam postingan itu dia meminta agar kasus tersebut harus diusut tuntas.

Mendapat informasi itu Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono membenarkan adanya laporan tersebut. Dia mengatakan perkara itu masih dalam tahap penyelidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar, saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian," kata Dizha, Selasa (22/9).

Dizha mengatakan dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (18/9). Saat ini, penyidik Unit IV PPA masih mendalami keterangan korban untuk mengetahui secara jelas rangkaian peristiwa yang dilaporkan.

"Untuk saat ini masih pendalaman keterangan dari korban. Nanti akan kami berikan surat panggilan kepada para saksi dan pihak sekolah untuk memberikan keterangan," ujarnya.

Pelaku bullying dikeluarkan

Dari keterangan yang diposting di akun media sosial SMA 3 Banda Aceh, pihak sekolah mengaku sudah sudah mengeluarkan lima siswa yang terbukti terlibat aktif dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang siswa di lingkungan sekolah.

Keputusan tersebut diambil setelah pihak sekolah melakukan verifikasi faktual terkait peristiwa yang terjadi. Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat lima siswa yang dinyatakan terbukti terlibat secara aktif dalam pengeroyokan.

"Terhadap siswa tersebut, sekolah SMA 3 Banda Aceh telah mengambil tindakan berupa pengeluaran dari sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku," dalam keterangan SMA 3 Banda Aceh yang dikutip CNNIndonesia.com.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengatakan pendampingan hukum telah diberikan kepada korban. Kasus tersebut juga telah dilaporkan kepada Polresta Banda Aceh untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Lingkungan sekolah, kata dia, harus menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar sekaligus membangun sikap saling menghargai dan menghormati.

"Ini juga harus jadi pembelajaran, tidak boleh terulang. Karena anak-anak yang kita didik itu harus saling menghargai dan menghormati," ujarnya.

(dra/dal)

Read Entire Article
Kasus | | | |