TNI Cari Identitas Prajurit Dampingi Arya Wedakarna di Thailand

6 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

TNI buka suara soal adanya seseorang berseragam prajurit bersama anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna dalam sebuah acara yang turut menggelar kontes kecantikan transgender di Thailand

Acara itu dikaitkan dengan isu Lesbian-Biseksual-Gay-Transgender (LGBT). Foto Arya dan anggota TNI itu beredar di media sosial.

Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan dan pendalaman internal untuk memastikan identitas personel tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait hal tersebut, kami sedang melakukan pengecekan dan pendalaman internal untuk memastikan identitas personel, status penugasan, serta konteks keberadaannya di Thailand," kata Nas saat dihubungi, Rabu (2/9).

Ia memastikan peristiwa itu menjadi evaluasi bagi internal TNI.

Arya sebelumnya sudah buka suara soal kehadirannya dalam acara itu. Ia mengatakan kehadirannya dalam acara tersebut tidak dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI. Ia menyebut hadir sebagai tokoh Bali.

"Kalau saya yang pasti kemarin acara yang di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu ya. Jadi sebagai tokoh Bali, jadi tidak ada kaitan sama jabatan saya di manapun," kata Arya saat dihubungi, Rabu (2/9).

Arya menjelaskan acara tersebut terdiri atas berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari peluncuran pariwisata ASEAN, pemberian penghargaan, pameran, hingga diskusi.

Ia mengaku hadir pada sesi pemberian penghargaan serta peluncuran video promosi wisata Bali. Arya mendapat penghargaan pada acara itu.

"Mereka sudah membuat video yang baik ya untuk promosi Bali, alamnya, pantainya. Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali. Jadi ya maka dari itu kita biasa kalau di Bali menerima penghargaan dari kalangan-kalangan mana pun ya namanya orang memberi penghargaan kan kita hargai dong seperti itu," ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui jika acara tersebut kemudian dikaitkan dengan LGBT.

Arya mengatakan dirinya tidak ingin mencampuri urusan pihak yang memberi penghargaan. Ia menyebut Thailand memang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata dengan berbagai gender.

"Kan kita tidak ikut komentar tentang latar belakang siapa orang-orang yang memberikan penghargaan. Gitu kan, ada namanya etika kan seperti itu. Jadi buat kami ya kami mewakili masyarakat Bali yang bekerja di pariwisata seperti itu," katanya.

Sementara itu, Arya mengatakan anggota TNI yang terlihat bersamanya merupakan pengawal pribadinya.

Menurutnya, kondisi Thailand rawan sehingga pengawal tersebut melekat selama perjalanan.

"Memang pengawal pribadi l pengawal saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik ya, kan kita tahu bahwa kemarin kan ada penembakan siswa tentang bullying, kan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada konflik ya begitu jadi ya melekat, melekat kepada kami seperti itu dan bertugas dengan baik saja untuk mengamankan saja," katanya.

(yoa/isn)

placeholder

Read Entire Article
Kasus | | | |