Timothy Ronald Terseret dalam Laporan Dugaan Penipuan Trading Kripto

10 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya menerima laporan dugaan penipuan trading kripto. Laporan oleh seseorang berinisial Y ini rupanya mencatut nama Timothy Ronald, pendiri Akademi Crypto.

Polda Metro Jaya membenarkan bahwa ada laporan dugaan penipuan trading kripto. Pihak pelapor adalah orang berinisial Y.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar ada laporan terkait kripto oleh pelapor inisial Y, terlapor dalam lidik (penyelidikan)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Minggu (11/1).

Disampaikan Budi, laporan tersebut saat ini tengah dilakukan pendalaman. Dalam waktu dekat, polisi akan memanggil pelapor untuk dimintai klarifikasi atas laporan yang dilayangkannya.

"Penyelidik akan mendalami laporan tersebut dengan mengundang klarifikasi pelapor dan menganalisa barang buktinya," ucap Budi.

Laporan soal dugaan penipuan trading kripto ini turut diunggah di akun Instagram @cryptoholic.idn. Dalam unggahan itu disebut sosok terlapor adalah pendiri Akademi Crypto, Timothy Ronald serta seorang trader kripto bernama Kalimasada.

Akun itu menyebut korban penipuan awalnya takut karena diancam saat akan melapor ke polisi. Namun kini sudah memberanikan diri untuk melapor.

Akun itu turut mengunggah foto bukti tanda laporan polisi yang diterbitkan Polda Metro Jaya. Dalam laporan itu, pasal yang dilaporkan yakni Pasal 45A ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1 dan atau Pasal 80, 81, 82 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan atau Pasal 492 KUHP dan atau Pasal 607 ayat 1 huruf a, b, c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Merujuk pada laporan, kasus bermula saat para korban tergabung dalam grup Discord Akademi Crypto dan mendapat tawaran soal trading kripto.

Kemudian, pada Januari 2024, korban diberi sinyal untuk membeli koin Manta dengan janji potensi naik 300 sampai 500 persen.

"Karena percaya, korban membeli koin Manta Rp3 miliar. Namun setelah itu yang terjadi harga koin Manta turun sampai minus porto 90 persen atau tidak sesuai dengan yang dijanjikan," demikian tertulis dalam laporan tersebut.

(dis/els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |