Sikap Pemerintah Prabowo Respons Teror ke Aktivis dan Influencer

1 day ago 14

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sekretaris Negera Prasetyo Hadi buka suara soal teror yang menimpa kepada aktivis dan konten kreator atau influencer yang menyampaikan kritik ke pemerintah. Ia meminta aparat penegak hukum menginvestigasi kasus itu hingga tuntas.

"Kita minta semua dilakukan investigasi ya," kata Pras di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Ia menyayangkan praktik itu masih terjadi hari ini. Menurutnya, segala sesuatu bisa disampaikan secara baik-baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya kalau ada sesuatu ya mungkin disampaikan dengan baik ya. Tidak ada masalah juga. Masa hari begini masih ada begitu-begitu," ucap dia.

Meski begitu, Pras meminta pendapat atau masukan terhadap pemerintah disampaikan dengan cara yang baik juga. Ia mengaku pemerintah terbuka dengan segala masukan dari berbagai pihak.

"Tetapi kalau kami berpendapat bahwa yang paling penting adalah kalaupun ada kekurangan atau ada kritik, ada masukan, mohon disampaikan dengan jalur-jalur yang selama ini sudah juga kita bangun komunikasinya," ujarnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Angga Raka Prabowo. Ia menyatakan pemerintah mengecam segala bentuk intimidasi dan teror terhadap warga negara, termasuk kepada aktivis dan konten kreator yang menyampaikan kritik.

Angga menjelaskan bahwa pemerintah menjamin kebebasan berpendapat terhadap warga negara. Kebebasan berpendapat dijamin dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945.

Terpisah, Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan pemerintah tidak mungkin melakukan teror kepada aktivis dan sejumlah influencer. Pigai mengatakan sudah meminta aparat kepolisian untuk mencari pelaku.

"Saya sudah bilang, saya minta aparat kepolisian untuk diproses, dicari siapa pelakunya," ujar Pigai di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (6/1).

Pigai mengatakan banyak opini yang berkembang mereka-reka siapa pelaku dari teror tersebut. Menurutnya, tidak bisa ada hipotesa selagi menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Tidak bisa kalau namanya juga hipotesa-hipotesa itu. Kita menghormati. Tapi kan hipotesa itu harus dipastikan melalui sebuah proses penyelidikan. Nanti hasil penyelidikan dari kepolisian menemukan kalau ada pelakunya adalah si A, si B, si C, nah baru bisa kita menentukan siapa pelakunya," ujarnya.

Sejumlah aktivis dan influencer mendapatkan teror, seperti Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, DJ Donny atau Ramond Dony Adam, Sherly Annavita, hingga Yama Carlos. Serangan teror tersebut berupa kiriman bangkai ayam, bom molotov, hingga ancaman digital.

Ramond Dony Adam atau yang dikenal dengan Dj Donny, pertama kali mendapatkan teror pada Senin (29/12). Ia menerima paket yang berisi bangkai ayam dengan kepala terpotong dan beserta surat ancaman yang berisi "Jaga mulutmu! Terutama di medsos, jangan pecah becah bangsa! atau kamu akan jadi seperti ayam ini!!!"

Dua hari kemudian, Rabu (31/12) dini hari, Dj Donny mendapatkan teror berupa bom molotov. Berdasarkan rekaman CCTV rumahnya, bom molotov tersebut dilemparkan oleh dua pelaku tidak dikenal menggunakan masker.

Saat kejadian teror tersebut, bom molotov mengenai kap mobilnya namun gagal meledak. Dj Donny langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.

Lalu Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik menerima teror berupa kiriman bangkai ayam pada Selasa, (30/12) pagi. Greenpeace merilis pernyataan resmi lewat akun Instagramnya @greenpeaceid.

Sementara itu, Sherly Annavita juga mendapat teror lemparan telur busuk dan mobilnya dicoret-coret oleh orang tak dikenal.

Selain itu, Sherly juga mendapatkan teror berupa surat yang bernada ancaman, "Sherly!!! jangan kau manfaatkan bencana di Aceh untuk mencari popularitas murahan dan untuk menambah cuan buat kamu pribadi jgn kamu menggiring opini sesat".

(mnf/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |