Surabaya, CNN Indonesia --
Bos sound horeg Aeromax, Setyo Budi Mularso meminta maaf usai menghina Ketua Majelis Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur saat live di salah satu stasiun TV viral.
Dalam acara di TV Nasional itu, Setyo menyebut MUI Jatim 'goblok'. Hal itu bahkan ia lontarkan di hadapan Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim Ma'ruf Khozin.
"Saya sangat menyesal atas perkataan saya terhadap MUI Jawa Timur pada saat acara di TV One. Saya memohon maaf kepada MUI Jawa Timur, MUI Jawa Tengah, MUI pusat, dan MUI Kabupaten Karanganyar," kata Budi lewat video, Kamis (10/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menyesal atas perkataan saya yang saya sampaikan terhadap MUI Jawa Timur dan saya tidak akan mengulang perbuatan tersebut dan dan saya bertobat," tambahnya.
Seusai kejadian itu, pengusaha sound horeg asal Karanganyar itu mengklaim sudah bertemu dengan MUI Karanganyar untuk meminta maaf. Budi juga mengaku sudah dinasihati oleh anak dan istrinya terkait pernyataannya yang sempat heboh itu.
Selain itu, Budi mengaku bisnis sound horeg yang dilakoninya sebenarnya kurang efektif secara penghasilan.
"Di sound ini tidak begitu efektif, dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rezeki saya. Saya lebih ke hobi dan senang kumpul dengan saudara-saudara," katanya.
Dihubungi terpisah, Ketua MUI Karanganyar, Badaruddin, mengatakan sudah memaafkan pernyataan Budi terkait MUI Jatim tersebut. Ia menyebutkan Budi telah mengakui kesalahannya.
"Saya sebagai orang Islam memaafkan. Dengan meminta maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan (MUI) Indonesia termasuk (MUI) Karanganyar, sudah saya maafkan. Jangan sampai itu terulang kembali," kata Badaruddin, saat dihubungi awak media mengutip detikcom.
Dia mengatakan permasalahan sound horeg adalah membuat masyarakat tidak tenang. Sebab, akan melanggar norma susila dan norma keagamaan. Ia tak mempersoalkan jika sound horeg digunakan untuk kegiatan yang positif, seperti pengajian.
"Kalau sound horeg digunakan untuk pengajian, yang positif, silakan. Tapi untuk nyanyi-nyanyi itu akibatnya ada membuka aurat, kemudian tidak sopan, menimbulkan miras, itu datanya ada, sehingga mestinya berhenti," ucapnya.
Detik-detik hina MUI goblok
Adapun kronologi kejadian bermula ketika moderator acara mempersilakan Setyo untuk berkomentar soal fatwa haram sound horeg yang dikeluarkan oleh MUI Jatim.
"MUI Jawa Timur itu bagi saya sendiri, itu sebuah kegoblokan MUI-nya sendiri. Kenapa? Karena MUI itu harusnya menjaga. Ini anak-anaknya loh. Saya tuh orang Jawa Tengah, saya menghormati. Saya menghormati dan saya cinta teman-teman Jawa Timur, tapi kegoblokannya MUI ini malah justru dipertontonkan seluruh Indonesia," ujar Setyo.
Ketika Setyo mengucapkan kata goblok, moderator pun menegur Setyo untuk tidak berkata yang tidak pantas. Hal ini sebab acara disiarkan secara langsung di TV Nasional. Setyo pun langsung diam ketika ditegur oleh moderator.
"Bisa saya minta tolong menggunakan diksi yang lebih santun karena kita sedang live di TV nasional," tegur moderator.
Setyo pun kemudian menambahkan bahwa MUI Jatim seharusnya berbenah.
"Iya, jadi MUI Jawa Timur ini harusnya, karena kan harusnya menata diri, kasihan toh. Itu anak-anaknya beliau juga (pelaku usaha sound horeg), bukan anak liar," tambah Setyo.
Selanjutnya moderator juga memberi kesempatan kepada MUI Jatim yang diwakili oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim Ma'ruf Khozin untuk menanggapi pendapat Setyo.
Kiai Ma'ruf justru menanggapinya dengan santai serta tidak terpancing dengan kata-kata tidak pantas yang dilontarkan Setyo.
"Kemudian, terkait dengan tuduhan kalau kami di MUI misalnya adalah dengan cara bahasa beliau tadi (digoblokan), mohon maaf, kami ini kemudian bukan masuk dengan tiba-tiba masuk, tapi ada seleksinya. Kami diambil dari organisasi Islam, tidak sembarangan orang kemudian berada di sana," ungkap Ma'ruf,
"Kami justru, ya, justru yang kami lakukan dari MUI ini adalah menjaga. Ibarat ada seorang polisi, ya, ada di kepolisian, lalu kemudian ada orang naik motor tidak pakai helm, oleh polisi dihentikan, itu adalah bagian kecintaan dia terhadap masyarakat supaya kalau ada apa-apa dia tidak sampai terjerumus kepada hal-hal yang berat. Memang seperti biasa, bagi saya kami dituduh seperti itu biasa," tambahnya.
Ma'ruf juga tidak mempermasalahkan hal tersebut. Usai viral, ia juga membenarkan adanya kejadian itu, tetapi tidak menganggapnya serius. Ia bahkan sempat berfoto dengan Setyo, si pengusaha sound horeg.
"Ya tidak masalah, kami selalu belajar dan belajar. Setelah acara itu sudah foto bersama," ujar Ma'ruf mengutip detikcom.
Baca berita lengkapnya di sini.
(frd/knf/dal)

4 hours ago
4















































