Tangerang, CNN Indonesia --
Selain kedapatan membawa 77 ribu butir atau 25,19 kilogram ekstasi di kopernya, pilot asal Malaysia berinisial MS pun mengonsumsi narkoba saat menerbangkan pesawat.
Pilot yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta tersebut diketahui mengonsumsi tiga jenis narkoba yakni sabu, ekstasi, dan kokain.
"Hasil tes urine menyatakan positif sabu, ekstasi, dan kokain. Jadi pada saat terbang, itu sedang memakai atau dalam kondisi di bawah pengaruh narkoba," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, Jumat (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Awaludin Amin mengatakan, pilot itu selain membawa juga terbukti positif mengonsumsi beberapa jenis zat terlarang tersebut. Berdasarkan pemeriksaan, pilot itu diketahui sudah tiga kali melakukan penyelundupan narkotika.
"Yang pertama membawa sabu ke Sabah, Malaysia. Kedua membawa sabu dengan berat sebanyak 7 kilogram untuk tujuan Jakarta. Ketiga, membawa ekstasi dan sabu ke Jakarta yang akhirnya terungkap petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta," jelas Awaludin.
Awaludin menambahkan, pihaknya tengah memburu jaringan narkotika internasional yang melibatkan seorang pilot asal Malaysia berinisial MS itu. Aktor intelektual di balik kasus tersebut diduga berada di Jakarta.
"Saat ini masih di wilayah Jakarta. Mohon doanya, segera kami tangkap dan kita bisa ungkap," kata Awaludin.
Atas perbuatannya, pilot tersebut disangkakan pasal pengedar narkoba, Pasal 113 Ayat (2) juncto Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) subsidair Pasal 609 Ayat (2).
"Berarti sangat berat apa yang dia lakukan kegiatan tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh tersangka," ungkap Awaludin.
(dod/dal)

10 hours ago
10














































