Ribuan Pesilat Merangsek Kantor DC Surabaya, Batu dan Kayu Dilemparkan

11 hours ago 13

Surabaya, CNN Indonesia --

Ribuan anggota kelompok pesilat PSHT mulai merangsek menuju kantor debt collector di Jalan Teuke Umar, Surabaya. Namun mereka diadang aparat kepolisian dan TNI di persimpangan Jalan RA Kartini. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Ribuan pesilat tersebut berniat mendatangi kantor debt collector di Jalan Teuku Umar yang jaraknya hanya berkisar 200-300 meter dari titik blokade. Mereka tiba, usai sebelumnya melakukan aksi di Mapolrestabes Surabaya.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, massa yang mayoritas mengenakan atribut serba hitam itu, mencoba menerobos blokade penjagaan TNI dan Polri yang menghalangi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena kecewa tak diperbolehkan melintas dan mendekat ke kantor debt collector, rombongan pesilat pun melakukan pelemparan, botol, batu dan kayu. Karena kejadian itu, satu personel TNI terlihat terluka akibat lemparan.

Diketahui, aksi ini kelompok pesilat itu digelar sebagai buntut peristiwa pembacokan terhadap salah seorang anggota kelompok mereka oleh oknum debt collector.

Sebelumnya, ribuan anggota kelompok pesilat PSHT mulai berdatangan ke Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7). Aksi ini digelar sebagai buntut peristiwa pembacokan terhadap salah seorang anggota kelompok mereka oleh oknum debt collector.

Massa aksi yang mengenakan atribut serba hitam dan membawa bendera bertuliskan PSHT tampak berdatangan secara bergantian sejak sekitar pukul 14.30 WIB. Tak lama berselang, sebuah mobil komando tiba di lokasi sembari menenangkan situasi massa aksi.

Salah satu orator kemudian menyampaikan orasi di depan Mapolrestabes Surabaya untuk menenangkan massa yang hadir. Mereka juga mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum debt collector.

"Kami mengkritik aksi dept collector yang melakukan telah kekerasan kepada saudara kami. Yang menjadi kebiadaban premanisme yang berkedok dept collector," kata salah satu orator.

Orator itu turut menyampaikan pernyataan sikap atas peristiwa pembacokan yang dilakukan kelompok debt collector terhadap anggota kelompoknya yang berprofesi sebagai petugas parkir di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.

"Kami tidak mengganggu ketertiban, tapi mereka seperti jawara, petantang petenteng bawa senjata, membabi buta, melakukan tindakan anarkis ke saudara kami," ujarnya.

Kelompok pesilat tersebut berharap aparat kepolisian segera menangkap dan menjatuhkan hukuman kepada para pelaku pembacokan sebagai sanksi atas perbuatannya.

"Kami mendesak aparat penegak jukum mengusut tuntas perkara ini secara objektif dan memberikan kepastian hukum. Kami percaya hukum ynang adil menjaga kepercayaan publik," jelasnya.

Sebagian massa aksi kemudian melakukan proses mediasi dengan aparat kepolisian di Mapolrestabes Surabaya, sementara sisanya menunggu di luar pagar.

Sementara itu, aparat kepolisian juga berjaga di sekitar kantor debt collector di Jalan Teuku Umar, Surabaya, menyusul rencana aksi 10 ribu anggota kelompok silat PSHT yang digelar Jumat (31/7).

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, polisi telah menutup Jalan Cokroaminoto dan Jalan Teuku Umar. Beberapa mobil lapis baja pengurai massa disiagakan di lokasi, begitu juga ratusan personel pasukan Dalmas dan Brinob.

Sementara itu di sisi dalam kantor debt collector, tampak ada sejumlah orang dan kendaraan yang terparkir.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyampaikan, sebanyak 1.839 personel gabungan TNI/Polri diterjunkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT yang digelar Jumat (31/7) siang di kantor debt collector di Jalan Teuku Umar dan Mapolrestabes Surabaya.

Aksi ini merupakan buntut dari kasus pembacokan anggota kelompok silat oleh seorang debt collector di Surabaya.

"Terkait itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, adanya kemungkinan massa aksi dari daerah lain meskipun hari ini hanya diperuntukkan anggota kelompok silat dari Surabaya," kata Luthfie, Jumat (31/7).

Untuk mengantisipasi potensi gesekan akibat kedatangan massa dari luar kota, Luthfie membagi petugas gabungan ke sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi perpecahan. Petugas juga diminta tetap siaga hingga rangkaian aksi selesai, tidak hanya pada saat aksi berlangsung.

"Petugas yang berjaga akan dibagi ke beberapa titik. Selain di Mapolrestabes Surabaya dan Jalan Teuku Umar, petugas juga akan berjaga di titik perbatasan keluar/masuk kota. Sehingga jika ditemukan adanya anggota kelompok silat dari daerah lain, diimbau untuk tidak masuk ke kota," ucapnya.

Luthfie turut meminta jajarannya mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa aksi, dengan ciri mengenakan masker, hoodie, atau penutup kepala untuk menyamarkan identitas.

Ia juga meminta para petugas mengedepankan kesabaran dalam melayani massa aksi, mengingat sebagian besar anggota kelompok silat yang turun ke jalan masih di bawah umur.

"Karena kebanyakan dari anggota kelompok silat ini masih di bawah umur dan punya emosi yang tidak stabil. Jadi saya berharap, para petugas bisa lebih sabar dan tidak terpancing," tutupnya.

(frd/gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |