Prabowo Respons Komentar Miring soal Menteri Datang ke Lokasi Bencana

4 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto merespons munculnya komentar miring yang mempertanyakan kehadiran para menteri dan pejabat pemerintah di lokasi bencana.

Menurutnya, pandangan tersebut kerap melihat kehadiran pemerintah dari sudut negatif tanpa memahami tujuan utama kunjungan ke lapangan.

"Jadi kalau ada, saya pernah dengar ada kritik begini, 'Untuk apa menteri datang ke tempat bencana? Hanya datang melihat'. Ya saudara-saudara, serba susah, menteri tidak datang, dibilang tidak peduli," ujar Prabowo saat meninjau pembangunan rumah hunian sementara bagi korban bencana yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan kehadiran pejabat negara di wilayah terdampak bencana bukanlah sekadar kunjungan simbolis. Menurut dia, para menteri dan kepala lembaga datang untuk melihat langsung kondisi lapangan, mencatat persoalan, serta memastikan langkah penanganan dapat dipercepat.

Dalam praktiknya, para pejabat juga berbagi wilayah dan titik kunjungan agar seluruh daerah terdampak dapat terpantau.

Prabowo menilai anggapan bahwa pejabat harus terlibat langsung dalam pekerjaan fisik di lapangan merupakan pemahaman yang keliru. Menurutnya, peran pemimpin adalah mengambil keputusan berdasarkan informasi riil yang didapat langsung dari lokasi.

"Menteri datang, ya masak menteri ikut macul? Bukan itu. Pejabat datang, pemimpin datang, datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat," kata Presiden.

Ia juga menyinggung adanya kecenderungan sebagian pihak yang selalu menilai aktivitas pemerintah secara negatif. Meski demikian, Prabowo menegaskan kritik merupakan bagian dari konsekuensi kepemimpinan dan tidak seharusnya melemahkan semangat kerja pemerintah.

"Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah, tapi tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kritik, baik yang berdasar maupun tidak, perlu disikapi secara proporsional. Ia menyebut pemerintah tetap berupaya bekerja berdasarkan kondisi di lapangan, terutama dalam penanganan bencana yang membutuhkan keputusan cepat.

Presiden menambahkan masyarakat pada akhirnya menilai kinerja pemerintah dari hasil nyata di lapangan. Karena itu, fokus utama para pejabat adalah memastikan bantuan berjalan, hunian sementara dibangun, serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat dipenuhi secepat mungkin.

"Rakyat Indonesia hanya percaya dengan bukti. Kita sekarang dalam langkah membuktikan. Jadi kalau ada menteri-menteri pejabat turun, itu dia tidak turun untuk wisata, dia datang, dia melihat, mencatat, mengerti, mengambil keputusan, kan demikian," ujarnya.

"Yang fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi, meringankan penderitaan rakyat kita. Itu pikiran kita sebagai pejabat dan pemimpin," kata Prabowo menambahkan.

Ia memandang berbagai komentar bernada nyinyir sebagai pengingat agar pemerintah tetap waspada dalam bekerja. Menurutnya, kritik tersebut tidak seharusnya mempengaruhi langkah pemerintah di lapangan.

"Jadi hal-hal yang nyinyir-nyinyir itu kita anggap sebagai, katakanlah sebagai peringatan bagi kita. Tapi kita tidak boleh terpengaruh. Sekali lagi, tidak datang salah. Iya kan? Datang dicari kesalahan juga, ya enggak apa-apa," ucap dia.

Terkait pertanyaan mengapa bencana di Sumatra tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, Prabowo menjelaskan keputusan tersebut mempertimbangkan skala dampak secara nasional.

Ia menyebut bencana tersebut memang berdampak serius di tiga provinsi, namun pemerintah menilai masih mampu menanganinya tanpa status bencana nasional.

"Masalahnya adalah kita punya 38 provinsi. Masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain. Tetapi tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius," tuturnya.

(del/har)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |