Makassar, CNN Indonesia --
Polisi yang terlibat pengeroyokan terhadap pengunjung salah satu tempat hiburan malam di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, viral di media sosial telah ditahan.
"Oknum anggota Polres Toraja Utara yang terlibat dalam peristiwa di Valerie Cafe saat ini sudah diproses," kata Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto dalam keterangannya, Senin (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luckyto mengatakan bahwa anggota tersebut saat ini juga tengah menjalani penempatan khusus (patsus) di Polres Toraja Utara sebagai bagian dari proses pemeriksaan internal.
"Proses hukum dilakukan secara paralel, baik melalui peradilan pidana umum maupun sidang kode etik profesi Polri," jelasnya.
Menurut Luckyto, langkah tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban institusi atas tindakan individu yang mencederai hukum dan merugikan masyarakat.
"Ini adalah bukti keseriusan kami. Siapa pun anggota yang melanggar aturan akan menerima konsekuensi hukum yang setimpal demi menjaga marwah institusi Polri," katanya.
Luckyto menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus berbenah dan memastikan seluruh personel menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan penuh integritas.
Beredar video pengeroyokan terhadap seorang pengunjung salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, diduga dilakukan oleh lima anggota TNI dan satu anggota kepolisian viral di media sosial.
Dalam video yang berdurasi 2 menit 4 detik memperlihatkan sejumlah orang terlibat aksi pemukulan dengan menggunakan tangan hingga memakai kursi yang berada di lokasi. Bahkan, beberapa wanita yang ada di dalam video itu berusaha melerai aksi pengeroyokan tersebut, Rabu (1/4)
"Iya benar, salah satu aparat kepolisian. Sementara ini kita masih menyelidiki setelah korban membuat laporan," kata Kasi Propam Polrestabes Toraja Utara, Iptu Damianus, Jumat (3/4).
(fra/mir/fra)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
12














































