Jakarta, CNN Indonesia --
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat mulai berdampak terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).
Sejumlah wisatawan mancanegara yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dilaporkan mengalami keterlambatan penerbangan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kobar, Muhammad Alwan, mengatakan asap karhutla mulai menjadi kendala bagi wisatawan asing yang memiliki jadwal perjalanan menuju Tanjung Puting. Kondisi itu jadi perhatian pihak pemda, karena Tanjung Puting merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kobar yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk wisatawan mancanegara ada kendala delay. Tamu-tamu yang seharusnya sesuai jadwal terkendala karena asap yang semakin pekat," ujar Alwan, Selasa (11/8) dikutip dari detikKalimantan.
Menurutnya, hingga saat ini dampak yang terpantau masih berupa keterlambatan penerbangan. Belum ada laporan mengenai pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjung Puting akibat kabut asap.
Namun, dia memastikan, pemerintah daerah tetap mewaspadai perkembangan kondisi dalam beberapa waktu ke depan.
Jika asap semakin pekat dan meluas, gangguan terhadap transportasi udara maupun perjalanan wisatawan dikhawatirkan semakin besar.
"Kita melihat situasi dan kondisi dua minggu ke depan, apakah asap ini semakin meluas atau tidak," katanya.
Kekhawatiran terhadap dampak karhutla semakin besar karena periode Juni hingga awal Oktober biasanya menjadi salah satu masa ramai kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjung Puting.
"Dari bulan Juni sampai awal Oktober biasanya banyak sekali wisatawan mancanegara datang ke Tanjung Puting," ungkap Alwan.
Informasi terkait kendala perjalanan tersebut juga diperoleh pemerintah daerah dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kabupaten Kotawaringin Barat. Para pelaku perjalanan ikut memantau kondisi penerbangan serta perkembangan kunjungan wisatawan ke Kobar.
"Bagi pelaku pariwisata, kondisi asap menjadi persoalan serius apabila berlangsung dalam waktu lama. Selain berpotensi mengganggu penerbangan, kabut asap juga dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan selama perjalanan menuju kawasan Tanjung Puting," katanya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)

2 hours ago
7














































