Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyiapkan skema rekonstruksi untuk ratusan rumah di Desa Adat Sade yang hangus dilalap api pada Sabtu (22/8) kemarin.
Dalam pernyataan di lokasi kejadian, Iqbal menyampaikan rencana tersebut akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
"Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kami pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade," kata Iqbal, Minggu (23/8), seperti dikutik Detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal menilai Desa Adet Sade perlu segera dibangun kembali karena merupakan salah satu ikon budaya masyarakat Suku Sasak.
Kampung Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, kebakaran pada Sabtu (22/8) malam. Sebanyak 129 rumah hangus terbakar.
Menurut informasi, api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah warga. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lainnya.
Ratusan warga terdampak sudah dievakuasi ke gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rambitan. Iqbal meminta jajarannya bergerak cepat memenuhi kebutuhan pokok para pengungsi di tempat penampungan sementara. Menurutnya, penanganan terhadap warga tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian.
"Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan," ujarnya.
Iqbal juga ingin pemerintah memastikan anak-anak terdampak tetap mendapat pendidikan semestinya.
"Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu," ucapnya.
Dikutip dari Antara, Desa Adat Sade bukan sekadar hunian. Kampung adat tersebut merupakan slah satu ruang hidup masyarakat Sasak yang selama puluhan generasi mempertahankan tradisi, bentuk hunian, dan tata kehidupan leluhurnya.
Rumah adat Suku Sasak terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai terbuat dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.
Campuran tanah liat dan kotoran kerbau membuat lantai tanah mengeras sekeras semen. Cara membuat lantai seperti itu sudah diwarisi sejak nenek moyang mereka.
Bahan bangunan seperti kayu dan bambu diperoleh dari lingkungan sekitar. Mereka menggunakan paku dari bambu untuk menyambung bagian-bagian kayu.
Rumah Suku Sasak hanya memiliki satu pintu berukuran sempit dan rendah, serta tidak memiliki jendela.
(blq/pta)

14 hours ago
10

















































