Kemenkes: 3 Juta Lebih Warga RI Kena Asap Karhutla, Kasus ISPA Meroket

13 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mencatat lebih dari tiga juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan catatan Kemenkes, jutaan warga ini tersebar di tujuh provinsi, yakni Jambi, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan kabut asap karhutla RI telah memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di berbagai wilayah. Kasus ISPA meroket 78 persen seiring dengan meluasnya karhutla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari detikcom, lonjakan kasus ISPA salah satunya terjadi di Kalimantan Tengah, yang meningkat dari 402 jadi 716 kasus hanya dalam sepekan.

Sementara di Kalimantan Barat, lebih dari 151 ribu kasus ISPA tercatat sejak Januari 2026.

Tren peningkatan juga dilaporkan terjadi di Riau dan Kalimantan Selatan.

Selain ISPA, warga di wilayah terdampak juga mengeluhkan asma hingga iritasi akibat paparan asap.

Meski kasus ISPA meningkat, belum ada laporan tentang korban jiwa akibat kondisi ini.

"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8).

Juru bicara Kemenkes Widyawati sementara itu mengatakan pihaknya juga meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dengan membangun posko bencana asap di titik-titik terdampak.

Posko ini meliputi puskesmas yang dibuka 24 jam serta posko kesehatan khusus penanganan ISPA.

Lebih lanjut, Kemenkes juga mendistribusikan paket perlindungan kesehatan seperti masker medis, obat pernapasan, hingga tetes mata untuk masyarakat.

Widyawati turut menyinggung perlunya kesiapan rujukan dan rumah sakit, baik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun RS swasta. Kemenkes juga ingin memastikan kesiapan logistik medis seperti stok cadangan tabung oksigen.

"Sistem rujukan terintegrasi, koordinasi ambulans antar-fasilitas untuk evakuasi cepat pasien dari puskesmas terpencil ke RSUD pusat kabupaten/kota," kata Widyawati pada Minggu (23/8).

Lebih lanjut, Kemenkes juga disebut membangun Rumah Oksigen, guna memberi akses oksigen dan tempat perlindungan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Baca berita lengkapnya di sini.

(blq/dal)

placeholder

Read Entire Article
Kasus | | | |