Pemkot Makassar Tata TPA Tamangapa, Ada Ranch Sapi dan Sistem Air Lindi

5 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menata keberadaan sapi-sapi ternak yang selama ini berkeliaran di sekitar kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, sejalan dengan pembenahan yang perlahan mengurangi timbunan sampah dan bau menyengat.

Sejumlah sapi kini ditempatkan di area penangkaran sementara atau ranch yang disiapkan Pemkot Makassar. Penataan sapi menjadi salah satu bagian dari pembenahan menyeluruh TPA Tamangapa, agar ternak tidak kembali berkeliaran dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) mengatakan, keberadaan ranch tersebut penting untuk memastikan sapi mendapatkan pakan yang lebih terkontrol, serta mencegah ternak mengonsumsi sampah yang berisiko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya kita siapkan lokasi seperti kandang. Sampah organiknya hasil pemilahan sampah dari rumah warga dan pasar bisa menjadi pakan sapi," kata Appi, Kamis (17/9).

Lokasi TPA disebut menjadi bagian dari upaya melokalisasi ratusan sapi agar tidak lagi berkeliaran dan mengonsumsi sampah campuran di area timbunan.

Menurut Appi, penataan kawasan gunungan sampah TPA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeliharaan sapi, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi ruang transaksi ternak.

Dengan begitu, pemilik sapi tidak lagi harus membawa ternaknya ke luar kawasan untuk diperjualbelikan atau menjajakan di pinggir jalan.

"Di sini TPA dekat rumah potong hewan (RPH). Ini nanti bisa dijadikan ruang transaksi. Kalau mau beli sapi, transaksinya bisa di sini. Tinggal dilihat mana yang cocok," ujar Appi.

Appi berharap, pola yang dijalankan dapat memberikan keuntungan yang lebih maksimal bagi para pemilik sapi. Sebab ketika ternak sudah ditempatkan secara terpusat, kebutuhan pakan dan pemeliharaan dapat dihitung serta dikelola dengan lebih baik.

Ia juga meminta agar kebutuhan pakan sapi dihitung secara cermat oleh pihak PD Pasar dan DLH, termasuk memastikan seluruh ternak yang masih berkeliaran dapat secara bertahap masuk ke kawasan ranch, serta penggunaan material yang mudah dibersihkan di area pakan sapi.

"Dihitung benar-benar berapa pakan, berapa yang harus disiapkan. Harus memastikan kebutuhan pakannya tercukupi ternak sapi setiap hari," tambah Appi.

Pemkot Makassar mendorong pengelolaan kawasan TPA menuju sistem yang lebih tertata dan mengarah pada konsep sanitary landfill melalui pembenahan yang mencakup sistem pengelolaan air lindi.

Pengolahan air lindi akan diperkuat oleh pemanfaatan teknologi EcoTru dan penambahan unit pengolahan, diikuti penataan saluran dan alur pengelolaan agar air lindi tidak meluap dan berpotensi masuk ke wilayah permukiman.

Di area timbunan, sejumlah pipa juga telah dipasang untuk mengalirkan dan mengelola gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah.

Appi mengatakan, seluruh perubahan itu penting dalam mengubah pola pengelolaan TPA, agar dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dapat semakin dikendalikan.

"Dulu TPA itu identik dengan sampah berserakan. Sekarang sudah ada penataan. Pada saat pembuangan, air lindi harus kita aman," katanya.

Menurutnya, pembenahan TPA tidak bisa hanya mengandalkan perbaikan di lokasi pembuangan akhir. Pengurangan beban TPA juga harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Karena itu, masyarakat diharapkan untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik.

"Semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA, semakin ringan pula beban sehingga kondisi TPA terlihat tertata," pungkas Appi.

(rea/rir)

Read Entire Article
Kasus | | | |