Libur Iduladha, Istri Noel dan Yaqut Jenguk Suami di Rutan KPK

6 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah keluarga tahanan menjenguk kerabat mereka di Rutan KPK pada momen Hari Raya Iduladha, Rabu (27/5). Hal itu juga dilakukan istri mantan Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Immanuel Ebenezer dan Istri mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Silvia Rinita Harefa istri dari mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel menjenguk suaminya di rutan. Ia mengungkap curhatan Noel yang ingin buru-buru divonis.

"Ya curhatnya sih semoga cepat selesai ya ini, kasus di persidangan. Biar buru-buru divonis lah gitu. Gimana nantinya, kan kita tunggu tanggal 4 Juni untuk vonisnya," kata Silvia dikutip dari Detik.com, Rabu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Silvia berharap hukuman yang diberikan kepada Noel nantinya bisa diputus secara adil. Ia tak menampik menginginkan suaminya bebas.

"Kalau vonis ya semoga ya majelis hakim nanti memberikan hukuman untuk Bang Noel yang seringan-ringannya dan seadil-adilnya gitu. Kita doain ya. Kalau keinginan yang paling dalam sih pengennya dibebaskan," kata Silvia

Dalam kunjungan itu, Silvia membawa sejumlah makanan untuk Noel. Salah satunya nasi kebuli kambing.

"Kalau tadi sih bawa nasi kebuli, karena kan ada panitianya kan, jadi kita bayar tuh panitia yang koordinator. Ada nasi kebuli, terus ada buah jeruk, sama kayak pastel gitulah. Terus minumannya air kelapa dua gelas. Sama tadi ada susulan lagi tuh nasi ayam ikan apa ya, nila kalau nggak salah sama sayur asem," katanya.

Istri mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), Eny Retno juga menjenguk suaminya di Rutan KPK.

Eny membawa tempe goreng kesukaan Yaqut serta sejumlah makanan. Eny tak membawakan Yaqut makanan khas Lebaran seperti ketupat, sayur hingga daging karena suaminya tak bisa makan santan.

"Yang pasti aku ngirimnya ya tempe goreng kesukaan beliau gitu kan. Nah, kalau yang matangnya sih ya itu aja sih, sama sayur-sayuran biasalah untuk sekali makan sampai hari ini. Kalau makanan matang kan nggak bisa untuk bertahan lama ya. Paling ya roti-roti, kue-kue kering gitu," kata Eny.

Ia mengatakan Yaqut memiliki penyakit gerd sehingga membawa makanan yang tidak mengandung santan.

"Kebetulan Abah kan ada gerd ya, jadi nggak bisa dahar (makan) yang pakai santan gitu. Jadi yang ringan-ringan aja, yang non-santan gitu. Daging juga nggak terlalu senang sih, jadi kita alhamdulillah nanti paling yang ringan-ringan aja. Bapak itu nggak terlalu rewel untuk daharnya, cuma karena gerd aja jadi mesti hati-hati," ujarnya.

Eny mengungkapkan kondisi Yaqut sehat. Keluarga tidak lagi mengajukan menjadi tahanan rumah pada momen Iduladha ini seperti sebelumnya pada Idulfitri.

"Kalau sekarang sih nggak ya. Kita sih eh apa ya? Apa ya? Harapannya sih ya pulang ya, semuanya juga semua berharap Abah bisa pulang. Semogalah, doain ya, semoga di hari baik ini membawa hal baik juga buat kami sekeluarga," kata Eny.

Dalam pertemuan kurang lebih tiga jam dengan Yaqut, Eny sama sekali tak membahas terkait kasus. Eny mengatakan sudah menjadi kesepakatan keduanya untuk tak membicarakan kasus ketika bersama putri-putrinya.

"Saya memang komit begitu, biar beliau sama lawyer-lawyer aja kalau cerita. Kalau sama saya, sama anak-anak, pasti ngomongnya tentang anak-anak, tentang ibu, gitu. Jadi dibawa biar hal-hal yang menguatkan beliaulah ya, karena sekuat-kuatnya Abah pasti juga akan merasa tercabut dari apa yang beliau sayangi, itu sakit ya, gitu," katanya.

[Gambas:Video CNN]

(yoa/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kasus | | | |