Ketua KPK: Markus dan Broker Tak Sakti, Dapat Bocoran dari Orang Dalam

4 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengatakan para makelar kasus (markus), calo, tidak sakti dan hanya bisa bekerja dengan mendapat bocoran dari orang dalam.

Hal itu disampaikannya saat Peluncuran Nasional E-Learning Aparatur Sipil Negara (ASN) Berintegritas, Rabu (17/6).

Setyo mengatakan jika ASN bekerja tanpa integritas, digitalisasi sistem yang sudah diterapkan dalam tetap bisa diakali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita melakukan semua kegiatan tanpa integritas ya, maka yang dibuat, yang sudah dikerjasamakan oleh kita semuanya ini dengan cara digitalisasi itu hanya sebuah alat. Alat bisa diakali ya," kata Setyo.

Setyo menjelaskan KPK menemukan sejumlah praktik manipulasi yang tetap terjadi meski proses pengadaan telah dilakukan secara digital.

"Kami sudah buktikan banyak di perkara-perkara itu, kelihatannya saja sudah digitalisasi tapi pintu belakangnya, backdoor-nya itu ternyata masih bisa dimainkan," katanya.

Ia mencontohkan pengadaan barang melalui e-katalog. Menurutnya, sistem itu tetap bisa diakali tergantung oleh sumber daya manusia.

"Pengadaan secara digitalisasi masih bisa dimainkan, masih bisa dikotak-katik. Ditutup siang hari, dibuka malam hari gitu, karena apa? Kembali kepada sumber daya manusianya," ujar dia.

Setyo lalu menyinggung keberadaan makelar kasus, calo atau broker. Ia mengatakan mereka biasanya bergerak ketika memperoleh informasi dari orang dalam.

"Sering saya sampaikan ya, mereka selalu beralasan 'Pak ada Markus (makelar kasus), ada calo, ya ada broker'. Sering saya sampaikan seperti itu. Mereka ini tidak sakti-sakti amat Bapak-Ibu. Mereka ini sebenarnya adalah penonton, pemain yang menunggu kucuran informasi dari orang dalam ya," ujarnya.

Dalam praktiknya, Setyo mengatakan setelah mendapat informasi, para markus, calo dan broker ini bekerja dalam proses pengadaan.

"Jadi kalau orang dalam sudah ngasih tahu 'Woi nanti buka buat pengadaan speknya ini ini ini'. Dia rapikan lah. Nanti harga penawarannya sekian-sekian. Dia buatlah itu ya. Nah nanti tinggal merekalah broker, Markus, makelar itu yang kemudian calo itulah yang gerilya, carilah pemain-pemain, carilah vendor, motong harga gitu sekian sekian sekian otomatis kualitasnya jadi tidak bagus," katanya.

(yoa/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |