Keluarga Trauma Lihat Sudrajat Tukang Es Gabus Dilecehkan Aparat

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Sudrajat tak pernah membayangkan pekerjaan yang dirinya jalani puluhan tahun akan berubah menjadi tuduhan yang menyakitkan.

Penjual es keliling yang saban hari menyusuri jalanan Jakarta itu dituding menjual es gabus berbahan spons kepada anak-anak. Tuduhan ini menyisakan ketakutan bukan hanya bagi Sudrajat, tetapi juga anak-anaknya.

Anggota TNI dan Polri yang memfitnah Sudrajat sudah melayangkan permintaan maaf. Namun, pihak keluarga menyesalkan kejadian yang menimpa Sudrajat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi (19), anak kedua Sudrajat mengaku masih kesal dengan perlakuan aparat kepada ayahnya.

"Enggak usah dikata lagi, rasa takut mah masih ada aja. Apalagi kami orang kecil," kata Andi, dikutip dari detikcom.

Andi adalah satu dari lima bersaudara anak Sudrajat. Saban hari ia bekerja di Pasar Citayam untuk membantu ekonomi keluarga sebagai kuli angkut. Pendidikan yang sempat ia jalani harus terhenti karena biaya.

"Mentok biaya. Terakhir yang sekolah (anak) yang kelima aja, sekarang kelas dua," katanya.

Ayahnya, Sudrajat, telah lama berjualan es. Bahkan sejak sebelum Andi lahir. Dari kotak es itulah dapur keluarga mereka mengepul selama hampir tiga dekade.

Tuduhan es gabus berbahan spons itu sempat membuat Sudrajat takut melangkah keluar rumah. Bukan karena merasa bersalah, tetapi karena khawatir disalahpahami orang di jalan.

Kini, rasa cemas itu perlahan pudar. Dukungan dari banyak pihak membuat Sudrajat dan keluarga harus terus yakin untuk menyambung hidup dari es gabus.

"Seneng banget, tidak ada takut lagi dan bapak rencananya tetap jualan es," kata Andi yang saat ini berada di Bandung untuk bertemu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Kejadian bermula ketika Aparat TNI dan Polri mendatangi Sudrajat, seorang pedagang es kue jadul di Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1).

Aparat polisi dan tentara tersebut mengaku bertindak setelah adanya laporan masyarakat yang mencurigai es yang dijual mengandung spons atau bahan berbahaya.

Tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah, aparat yang menjalankan respons awal terhadap laporan itu kemudian memeriksa dagangan Sudrajat dan merekam video yang memperlihatkan mereka memegang serta mencurigai es tersebut berbahan spons.

Dalam keterangannya kepada wartawan, aparat kemudian mengaku menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor).

Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya kemudian memeriksa sampel es di laboratorium. Hasilnya, es tersebut aman dan layak dikonsumsi, tanpa temuan bahan berbahaya atau spons seperti yang dituduhkan awalnya.

Setelah hasil uji lab ini keluar, aparat yang terlibat, yakni Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Sudrajat dan masyarakat atas kegaduhan yang disebabkan video viral tersebut.

Permintaan maaf

Aparat TNI dan Polri yang mengamankan Sudrajat meminta maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Hari Purnomo dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi di Aula Mako Polsek Kemayoran pada Senin (26/1) malam.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Aiptu Ikhwan dalam keterangannya yang diterima wartawan.

Ikhwan menyampaikan tindakan keduanya itu sebagai respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya di lingkungan mereka, dalam hak ini pihak RW 05 Kelurahan Rawa Panjang. Hal itu juga untuk memastikan agar masyarakat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," jelasnya.

Baca berita selengkapnya di sini.

(fra/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |