Jakarta, CNN Indonesia --
Lalu lintas di kawasan Monumen Nasional (Monas) terpantau padat menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5).
Kepadatan dipicu kedatangan bus-bus yang mengangkut massa buruh. Kendaraan tersebut memenuhi ruas jalan dengan bendera berbagai serikat pekerja yang terpasang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bus yang tiba berasal dari sejumlah daerah, terlihat dari pelat nomor kendaraan yang beragam. Arus kendaraan melambat seiring peningkatan volume massa di sekitar lokasi.
Di sisi pejalan kaki, massa dari berbagai elemen buruh memadati area. Sejumlah pedagang kaki lima juga terlihat berjualan di sepanjang jalan.
Konsentrasi massa juga terlihat di depan pintu kawasan Patung Kuda. Jumlah buruh di titik tersebut lebih banyak dengan latar belakang serikat yang beragam. Aparat keamanan tampak berjaga untuk mengamankan situasi.
Atribut serikat buruh mendominasi kawasan tersebut. Bendera Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terpasang di sejumlah titik, termasuk di pepohonan sekitar lokasi.
Para buruh mengenakan pakaian seragam organisasi masing-masing. Sebagian memakai baju merah bertuliskan Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), sementara lainnya mengenakan kaos biru muda bertuliskan KSPSI.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Hari Buruh Internasional (May Day) di Monumen Nasional, Jakarta pada 1 Mei 2026
"Presiden Prabowo Insya Allah diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan dilaksanakan di Monumen Nasional," kata Qodari dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (29/4).
Qodari menyebut pemerintah menempatkan posisinya tidak berhadapan dengan kelas buruh. Ia menyatakan pemerintah berdiri membersamai kelas buruh.
Ia mengatakan pemerintah akan selalu hadir menjadi pelindung bagi kelas pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja.
(dhz/bac)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
5

















































