Iran Lebih Pilih Pakistan Jadi Mediator, DPR RI Buka Suara

9 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

‎Iran mengisyaratkan menunjuk Pakistan dan Turki sebagai mediator dengan Amerika Serikat.

‎Pakistan pun telah menyampaikan proposal AS kepada Teheran, sementara Turki ikut menyampaikan pesan antara kedua pihak.

‎Langkah ini menunjukkan Iran mungkin mempertimbangkan diplomasi, meski tetap menolak bernegosiasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta, menegaskan Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons dinamika tersebut, sejalan dengan prinsip politik luar negeri.

‎Menurutnya tidak terlalu penting siapa yang jadi mediator.

"Yang paling utama bukan sekadar siapa yang menjadi mediator, tetapi bagaimana menghentikan potensi eskalasi konflik, melindungi warga sipil, serta membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan," kata wakil ketua komisi I itu dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).

‎Sebagai bagian dari komunitas global, kata dia, Indonesia diharapkan terus memainkan peran aktif dalam mendorong perdamaian dunia melalui diplomasi yang sejuk, konstruktif, dan berorientasi pada solusi.

‎Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bersedia menjadi mediator konflik antara AS-Israel dan Iran. Dia juga mau datang ke Iran.

‎Tujuannya guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Prabowo Subianto siap untuk melakukan perjalanan ke Teheran, Iran, untuk melaksanakan mediasi.

‎Namun sampai saat ini tidak ada keputusan tegas dari dua kubu yang berkonflik, yakni Israel-Amerika Serikat dan Iran Prabowo menawarkan diri.

(imf/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |