Medan, CNN Indonesia --
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) masih berstatus Siaga (Level III). Namun begitu, warga masih saja nekat memasuki zona merah yang ditetapkan sebagai area berbahaya.
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, mengaku dari laporan yang diterimanya, masih ditemukan warga yang kembali ke rumah pada siang hari untuk mengecek tempat tinggal dan ternak.
Padahal, sambungnya, tempat tinggal tersebut masuk kawasan zona merah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang dalam hari-hari berikutnya, kami mendapat laporan bahwa ada beberapa masyarakat yang kembali gitu," ujarnya, Jumat (4/9).
Menurutnya, warga yang kembali umumnya berasal dari kawasan yang masuk zona merah erupsi Sinabung. Kondisi itu menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik gunung masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.
"Dari data terakhir, sekitar 201 KK atau 650 jiwa warga Desa Kuta Tengah mengungsi di wilayah Desa Suka Tepu dan Koperasi Desa Kelurahan/PUD," urainya.
Tuahta menegaskan TNI dan Polri telah memberikan jaminan keamanan di desa-desa yang ditinggalkan pengungsi. Pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman sekaligus mengantisipasi warga yang kembali ke kawasan terdampak.
"Kami tidak bisa memaksakan secara keras, tetapi personel BPBD dan TNI/Polri terus mengikutsertakan pendampingan dan kesiapsiagaan mobilisasi jika terjadi erupsi susulan tiba-tiba," tambahnya.
BPBD Sumut mengimbau masyarakat, khususnya warga yang berada di kawasan rawan, untuk tetap memprioritaskan keselamatan dan mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap memprioritaskan keselamatan jiwa dan mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)," urainya.
Tak hanya itu, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan kondisi visual gunung sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan tingkat bahaya. Sebab penentuan status dan durasi penanganan sepenuhnya merujuk pada rekomendasi resmi PVMBG.
"Meskipun secara kasat mata erupsi tampak mereda dengan asap tipis, status resmi sepenuhnya mengikuti penilaian teknis PVMBG," ujar Tuahta.
Sejak erupsi terjadi, BPBD Sumut telah membagikan 630 masker pada tahap awal dan mendirikan lima tenda pengungsian dari tujuh tenda yang telah disiapkan.
"Selain itu, BPBD Sumut memobilisasi dua unit truk evakuasi, satu mobil tangki air bersih, dan satu armada toilet untuk mendukung kebutuhan warga di lokasi pengungsian," jelasnya.
Gunung Sinabung erupsi dengan kolom abu mencapai 3.500 meter di atas puncak pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB. Erupsi tersebut menjadi yang pertama sejak gunung api itu terakhir meletus pada 2022.
(fnr/kid)

6 hours ago
4














































