Gempa Susulan M6,0 di Ruteng NTT Hari Ini, Satu Warga Meninggal

4 hours ago 6

Manggarai Barat, CNN Indonesia --

Gempa susulan berkekuatan magnitudo (M) 6,0 mengguncang Kabupaten Manggarai di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8) siang.

Mengutip dari akun X BMKG, gempa itu terjadi pukul 09.46 WIB atau 10.46 Wita. Pusat gempa atau episentrum di atas permukaan bumi berada 43 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai NTT. Hiposentrum atau pusat gempa di bawah permukaan bumi berada pada kedalaman 10 kilometer.

Tak ada potensi tsunami atas gempa susulan dari gempa utama berkekuatan M 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) dini hari pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu berdasarkan laporan di Ruteng, terpantau dalam peristiwa gempa susulan M6,0 siang tadi ada satu korban jiwa. Korban diketahui meninggal dunia akibat kepanikan yang memicu serangan jantung, bukan tertimpa reruntuhan bangunan.

Korban bernama Servolus Jebarus (56), warga RT 15/RW 005, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan keterangan kerabat korban yang bernama Hiro, peristiwa berlangsung sesaat setelah gempa pertama dirasakan warga.

Suasana panik dan teriakan warga diduga memicu kepanikan luar biasa pada korban yang kemudian jatuh lemas.

"Tadi terdengar teriakan warga saat gempa pertama dan terjadi kepanikan di dalam rumah. Korban kemudian jatuh lemas," tutur Hiro kepada CNNindonesia.com, Kamis siang.

Korban yang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung sempat segera dilarikan ke RSUD Ben Mboi Ruteng untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, upaya tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Saat ini jenazah Servolus Jebarus telah disemayamkan di rumah kediamannya di Kelurahan Tenda. Kepergian korban meninggalkan duka mendalam bagi istri dan kelima anaknya.

Peristiwa ini menjadi salah satu dampak memilukan dari gempa susulan yang terus mengguncang wilayah Flores pascagempa utama magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu.

Pemerintah daerah dan tim medis mengimbau masyarakat tetap tenang di tengah situasi pascabencana, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengutamakan keselamatan tanpa menimbulkan kepanikan yang berlebihan, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

[Gambas:Twitter]

Sejak gempa utama yang menyebabkan tsunami kecil pada Sabtu pekan lalu, gempa susulan di wilayah itu telah mencapai lebih dari 3400 kali per pukul 06.00 WIB hari ini. Berdasarkan pencatatan BMKG kekuatan gempa-gempa susulan itu pada rentang Magnitudo 1,0-6,2

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menyebut gempa susulan masih berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 2-3 minggu ke depan. Ia mengimbau masyarakat tidak panik.

Suharyanto menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan BMKG, gempa susulan yang terjadi cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama

"Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut B MKG gempa susulan itu mungkin masih terjadi. Tetapi gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama. Bahkan jika ada isu akan terjadi tsunami menurut BMKG itu tidak mungkin. Ini menurut riset ilmu pengetahuan," kata Suharyanto saat menemui penyintas di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Rabu (19/8) seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Per pukul 09.00 WIB hari ini, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 72 jiwa.

Pusdatinkom BNPB juga mencatat korban luka-luka sebanyak 900 orang, 82.691 orang mengungsi serta 18.019 kepala keluarga (KK) terdampak.

Kemudian untuk kerugian materil tercatat ada 29.001 rumah rusak. Rinciannya, 11.699 rumah rusak berat, 6.542 rumah rusak sedang dan 10.760 rumah rusak ringan.

Lalu, 804 fasilitas pendidikan terdampak, 237 fasilitas kesehatan terdampak, 195 rumah ibadah terdampak, 257 unit kantor terdampak, satu gudang Bulog terdampak.

Selanjutnya, sembilan fasilitas irigasi terdampak, 116 fasilitas umum terdampak, 45 titik jalan terdampak, satu pasar terdampak serta 16 jembatan terdampak.

Pemprov NTT telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

(lou/kid)

placeholder

Read Entire Article
Kasus | | | |