Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah arahan terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kini berbuntut pada penutupan sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik.
Presiden, lewat arahan yang disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, meminta agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Prabowo meminta agar masyarakat tetap merujuk sumber tepercaya dari pemerintah dan lembaga terkait.
"Bapak Presiden dan Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada selama abu vulkanik masih turun," kata Qodari dalam jumpa pers daring, Minggu (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Qodari, Presiden dan pemerintah terus mencermati perkembangan terbaru dari letusan Anak Krakatau. Dia memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat sebagai prioritas utama.
Prabowo, kata Qodari, mengimbau agar masyarakat menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan yang dianjurkan pemerintah, yakni mengenakan masker penutup hidung dan mulut. Kedua, lindungi mata dengan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
"Menutup pintu dan jendela, tutup rapat tempat penampungan air bersih. Kemudian minum air putih yang cukup serta cuci tangan dan wajah setelah beraktivitas," katanya.
Qodari memastikan pemerintah berjalan dengan satu narasi, cepat, dan berbasis data, melalui informasi dari PVMBG, BMKG, BNPB, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan instansi terkait.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk merujuk hanya pada informasi resmi pemerintah seperti PVMBG, BMKG, BNPB, Kemenhub, Kemenkes, maupun instansi terkait lain.
"Kami ulangi, Bakom mengimbau masyarakat merujuk hanya pada informasi resmi pemerintah dan tidak meneruskan kabar-kabar seperti potensi tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi," katanya.
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi cukup besar sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9), menyebabkan sejumlah daerah terutama di Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta terdampak abu vulkanik.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, berdasarkan informasi dari PVMBG dan VAAC Darwin dan hasil analisis RGB Citra Himawari-9, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi menjadi dua sebaran.
Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut-selatan yang mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya.
Sebaran kedua bergerak ke arah barat daya - barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian Selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.
(thr/wis)

5 hours ago
5















































