DPR Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk RI Cegah Hantavirus

7 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi DPR Bidang Kesehatan, Yahya Zaini mewanti-mewanti pemerintah untuk memperketat pintu masuk dan wilayah perbatasan untuk mengantisipasi penyebaran wabah hantavirus yang telah menewaskan tiga orang di sebuah kapal pesiar.

Menurut Yahya, pemerintah harus mulai mewaspadai penyebaran virus itu di Indonesia karena dinilai berbahaya.

"Saya minta pemerintah mulai memperketat pintu-pintu masuk ke wilayah Indonesia. Seperti pelabuhan, bandara dan pos lintas batas negara (PLBN)," ujar Yahya saat dihubungi, Jumat (8/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, pemerintah bisa melakukan skrining terhadap kedatangan dari luar negeri baik terhadap WNI maupun warga negara asing (WNA).

Namun, selain pada manusia, Yahya menilai pemerintah juga harus mewaspadai vektor atau hewan yang bisa menjadi perantara penularan seperti tikus. Menurut dia, keberadaan tikus-tikus seperti di kapal maupun pelabuhan harus mulai diawasi.

"Di mana petugas kesehatan mengambil sampel tikus secara berkala untuk kemudian dilakukan PCR hantavirus sehingga dapat memastikan ada atau tidaknya virus," kata dia.

Lebih lanjut Yahya, pemerintah juga bisa melakukan skrining atau tes PCR di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit untuk memastikan belum ada penyebarannya di Indonesia.

"Walaupun penyebaran hantavirus masih terbatas di dalam kapal pesiar tetapi melakukan pencegahan merupakan langkah yang baik untuk melindungi masyarakat," ujar Yahya.

Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu kekhawatiran akan kisah serupa kasus Covid-19 di awal 2020 silam. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa lima orang dipastikan terinfeksi hantavirus, sedangkan tiga orang dilaporkan meninggal.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengantisipasi potensi masuknya Hantavirus ke Indonesia. Dia menyebut, Hantavirus termasuk virus yang cukup berbahaya.

Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait langkah penanganan dan deteksi dini. Menurut Budi, hasil koordinasi sementara menunjukkan, penyebaran virus masih terkonsentrasi di kapal pesiar tersebut dan belum meluas ke wilayah lain.

"Virus ini, kan, lumayan virus yang berbahaya, jadi kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta guidance untuk bisa melakukan skriningnya," kata Menkes, seperti yang dikutip dari detikhealth, Kamis (7/5).

(thr/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |