BNPB Duga Ada Kelalaian Pegiat Wisata Abai Penutupan Gunung Dukono

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada dugaan kelalaian pegiat wisata yang diduga mengabaikan pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono, Maluku Utara.

"Dari hasil diskusi sementara antar instansi, terdapat dugaan adanya kelalaian dari pegiat wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah terdapat pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (8/5).

Muhari menyampaikan pemerintah pun terus melakukan pendalaman informasi guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ia menyampaikan BNPB juga secara berkala akan memantau aktivitas Gunung Dukono serta mengevaluasi tingkat aktivitas yang dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi vulkanik di lapangan.

Muhari pun mengimbau seluruh masyarakat, wisatawan dan pendaki untuk tetap tenang sekaligus juga meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas PVMBG.

"Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik," ucap dia.

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat pagi pukul 07.41 WIT dengan ketinggian kolom abu mencapai 10 Km. Letusan ini dilaporkan dalam laman resmi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Akibat erupsi tersebut, BNPB juga melaporkan menyebabkan sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan

Terpisah, AKBP Erlichson Pasaribu menyampaikan sebanyak dua orang dilaporkan meninggal dunia.

"Berdasarkan informasi dari BPBD ada tiga korban, dua meninggal satu masih hilang," kata dia ke CNN Indonesia.

Sementara itu, Erlichson menyampaikan untuk satu korban yang hilang belum diketahui nasibnya, apakah dalam kondisi hidup atau meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 20 pendaki juga dilaporkan masih terjebak.

"Jadi dilaporkan untuk pendaki ada 20 orang, 9 orang warga asing, sisanya adalah warga seputaran Maluku Utara," ujar dia.

Erlichson pun mengatakan petugas gabungan akan memperketat pengawasan terhadap jalur-jalur pendakian supaya tidak ada pendaki yang mendaki tanpa izin.

Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan diimbau tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.

Selain itu, masyarakat sekitar Gunung Dukono diminta untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

(mnf/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |