Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto menegaskan proyek tersebut harus rampung dalam waktu kurang dari sepekan.
Mengutip Antara, Suharyanto meminta pengembang memastikan pembangunan huntara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, dapat segera diselesaikan agar bisa langsung ditempati oleh warga terdampak.
Menurut BNPB, keberadaan huntara menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi warga yang sebelumnya tinggal di rumah sewa yang rusak berat akibat banjir bandang pada akhir tahun lalu. Sejak kejadian itu, sebagian penyintas terpaksa mengungsi di tempat yang tidak layak huni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini masyarakat dulunya tidak punya rumah dan menyewa tempat tinggal. Begitu kena banjir, rumah yang disewa hancur, mereka bingung mau ke mana," ujar Suharyanto.
Ia menjelaskan, kelompok penyintas tersebut juga tidak memenuhi syarat untuk menerima bantuan dana tunggu hunian dari pemerintah karena tidak memiliki rumah pribadi. Karena itu, BNPB mengambil inisiatif membangun huntara sebagai solusi sementara.
Meski belum merinci jumlah unit yang tengah dibangun, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat adanya usulan penambahan 97 unit huntara dari Bupati Aceh Tamiang.
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah warga terdampak. Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Safrizal Zakaria Ali, menyebut langkah ini sebagai upaya konkret untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Total bantuan mencakup 2.336 rumah rusak ringan, 1.722 rumah rusak sedang, dan 1.889 rumah rusak berat. Distribusi bantuan difokuskan di empat kecamatan terdampak, yakni Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara, dengan Rantau menjadi wilayah penerima terbanyak.
Perbaikan fasilitas huntara dikebut
Di sisi lain, perbaikan fasilitas pendukung huntara juga tengah dipercepat. Jalur pedestrian di Huntara Tamiang diperbaiki setelah ditemukan penggunaan yang tidak sesuai, yakni dilintasi kendaraan bermotor.
Hasil evaluasi lapangan pada 21 April 2026 menunjukkan jalur tersebut berpotensi mengalami kerusakan akibat beban berlebih. Secara teknis, jalur pedestrian memang tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan penataan ulang dan penguatan struktur, termasuk penambahan material dasar serta pengecoran ulang di sejumlah titik.
Project Manager Huntara Tamiang PT Nindya Karya, Irwan, memastikan proses perbaikan dilakukan secara cepat dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
"Kami memastikan perbaikan berjalan tepat agar fasilitas bisa segera digunakan kembali dengan aman oleh masyarakat," ujarnya.
Perbaikan ditargetkan rampung dalam empat hari kerja. Selama proses berlangsung, pengelola juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan fasilitas sesuai peruntukannya.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
8















































