Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi III DPR membantah pesan berantai dugaan pemerasan berisi permintaan dana partisipasi terhadap para calon hakim agung dan hakim ad hoc yang kini tengah menjalani proses fit and proper test di Komisi III DPR.
Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil menegaskan pesan tersebut tidak benar alias hoaks. Menurut Nasir, pesan yang mengatasnamakan pimpinan Komisi III DPR itu dipastikan penipuan.
"Ini jelas bukan dari pimpinan Komisi III. Pesan seperti itu adalah penipuan dan harus diwaspadai," ujar Nasir dalam keterangannya, Kamis (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasir pun meminta para calon hakim agung dan hakim ad hoc yang menerima pesan tersebut untuk tidak menggubris dan melaporkannya ke kepolisian. Menurut dia, langkah cepat diperlukan agar praktik dugaan penipuan yang memanfaatkan momentum seleksi hakim tidak berkembang lebih jauh.
Komisi III DPR, kata Nasir, memastikan akan menjaga integritas proses seleksi hakim agung dan hakim ad hoc. Menurut dia, seluruh tahapan berjalan transparan dan bebas dari praktik yang merugikan.
"Proses di Komisi III selalu dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Upaya-upaya seperti ini justru ingin merusak kepercayaan publik," katanya.
Komisi III DPR dalam dua hari terakhir sejak Rabu (12/8) tengah menggelar fit and proper test terhadap 14 calon hakim dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA).
Rinciannya, 11 calon hakim agung, 2 calon hakim ad hoc HAM, dan 1 calon hakim ad hoc Tipikor, berikut daftarnya:
• Calon Hakim Agung Kamar Pidana
1. Syamsul Arief (Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung)
2. Sugiyanto (Sekretaris Mahkamah Agung)
3. Sudharmawatiningsih (Panitera Mahkamah Agung)
4. Dhifla Wiyani (Advokat pada Kantor DW & Partners)
• Calon Hakim Agung Kamar Perdata
5. Sobandi (Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung)
6. Nurmaningsih (Notaris pada Kantor Nurmaningsih)
• Calon Hakim Agung Kamar Agama
7. Musthofa (Panitera Muda Perdata Agama Mahkamah Agung)
8. Mamat Ruhimat (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandung)
• Calon Hakim Agung Kamar Tata Usaha (Pajak)
9. Maftuh Effendi (Hakim Tinggi Pemilah Perkara pada Panitera Muda Perkara Tata Usaha Negara Mahkamah Agung)
10. Hari Sih Advianto (Hakim Pengadilan Pajak)
11. Yeheskiel Minggus (Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang
1. Edwin Partogi Pasaribu (Advokat pada UHP Law Firm)
2. Roki Panjaitan (Purna Bakti Ketua Pengadilan Tinggi Tanjung Karang)
1. Sudiyo (Hakim pada Pengadilan Militer I-04 Palembang.
(thr/isn)

7 hours ago
7

















































