Banjir Seleher Terjang Perumahan di Bekasi, Arus Deras Bak Ombak Laut

3 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan banjir parah merendam kawasan perumahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan ketinggian air mencapai seleher orang dewasa dan arus yang mengalir deras bak ombak di laut.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @af***** bertanggal Rabu (23/1) itu, terlihat seorang warga merekam kondisi perumahan yang terendam air cokelat keruh. Air tampak mengalir kencang hingga menyeret tubuh perekam, membuatnya tidak bisa menginjak tanah dan terpaksa berenang untuk bertahan.

Teks dalam video menyebut lokasi kejadian berada di Perumahan Green Lavender, Sukamekar Regency, Babelan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam tayangan tersebut, perekam terapung di tengah genangan air, sementara rumah-rumah di sekelilingnya nyaris tenggelam, hanya menyisakan atap dan sebagian dinding.

Arus air yang kuat membuat kondisi di dalam perumahan menyerupai sungai dadakan. Tiang listrik, pagar rumah, hingga pepohonan tampak terendam, menandakan volume air yang terus meningkat.

Narasi dalam video juga menyiratkan kekecewaan warga terhadap pengembang perumahan yang sebelumnya menjanjikan hunian bebas banjir.

"PT Gemilang Sakti Propertindo, mana yang kalian janjikan rumah bebas banjir dan hunian nyaman? Ini yag bilang kalian nyaman? Rumah kami jadi lautan air," tulis narasi dalam video itu.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengembang terkait kondisi tersebut. Namun, visual yang beredar memperlihatkan banjir bukan hanya menggenang, tetapi juga mengalir deras dan membahayakan keselamatan warga yang masih berada di lokasi.

Banjir hingga setinggi 2 meter mengepung Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akibat luapan Kali CBL (Cikarang Bekasi Laut). Sekitar 3.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi.

Sekretaris Desa Sukamekar Taufik mengatakan banjir telah merendam permukiman warga sejak Kamis (22/1).

"Ada permukiman di dekat Kali CBL itu yang ketinggiannya bisa mencapai 2 meter, rumah hampir habis tertutup banjir," ujarnya, dikutip dari detikcom, Jumat (23/1).

Proses evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan petugas pemadam kebakaran menggunakan perahu karet.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyoroti tanggung jawab pengembang perumahan yang menjanjikan kawasan bebas banjir. Ia meminta para developer turun langsung menemui warga dan mencari solusi bersama pemerintah, serta menghentikan pembangunan perumahan di daerah rawan bencana.

[Gambas:Video CNN]

(del/agt)

Read Entire Article
Kasus | | | |