Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Letjen Gabriel Lema mengatakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut program Komponen Cadangan (Komcad) akan mendapat pelatihan soal pengetahuan dasar operasional senjata dan menembak.
Ia menjelaskan kurikulum pendidikan bagi ASN yang mengikuti program itu sudah diatur yang berkaitan dengan militer.
"Jadi kurikulum sudah diatur kaitan dengan nuansa yang bersifat militer, itu bersifat pengetahuan. Pengetahuan terbatas ya, senjata juga demikian, karena mereka pun nanti harus melaksanakan latihan menembak terbatas. Tentunya pengetahuan senjata juga demikian," kata Gabriel usai melepas 2.019 ASN untuk ikut Komcad di Monas, Jakarta Pusat, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembukaan pelatihan bagi ASN akan dilakukan pada 22 April mendatang. Ribuan ASN hari ini dilepas ke enam lembaga pendidikan (lemdik) militer untuk tahapan selanjutnya.
Enam lemdik itu yakni di Rindam Jaya, Pasmar 1 Cilandak, Wingdik 500 Atang Senjaya, Pusdikkes Kramat Jati, Puskom Bela Negara Rumpin, dan Halim Perdanakusuma.
Di enam lemdik itu, ribuan ASN itu bakal diambil data jasmani, psikologi dan mental ideologi mulai 13 April hingga 17 April.
Gabriel menjelaskan pelatihan Komcad itu akan digelar sekitar satu setengah bulan. Ia mengatakan Kemhan akan kembali menggelar pelatihan Komcad bagi ASN gelombang kedua di pertengahan tahun ini.
"Kemudian sudah direncanakan tahun ini, 4.000 ASN yang akan disiapkan, yang sudah kita petakan pendidikannya dilalui dengan dua gelombang. Tiap gelombang 2.000. Sehingga ini gelombang pertama selesai nanti kita akan siapkan di pertengahan tahun menuju ke akhir tahun 2.000 lagi," katanya.
Kepala Pusat Komcad Badan Cadangan Nasional Brigjen Hengki Yuda menjelaskan 2.019 ASN ini telah melewati proses pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan kesehatan.
Dalam pemeriksaan kesehatan, ada ASN yang juga tidak lulus seleksi.
"Jumlah peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan 2.115 orang, dengan keterangan lulus ke seleksi selanjutnya 2.019 orang. Tidak lulus 96 orang," kata Hengki.
(yoa/isn)
Add
as a preferred source on Google

15 hours ago
10

















































